Konten dari Pengguna

Bahaya dari Sifat Munafik yang Perlu Dihindari dan Ciri-cirinya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bahaya dari sifat munafik. Foto: Unsplash/Sander Sammy
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bahaya dari sifat munafik. Foto: Unsplash/Sander Sammy

Munafik merupakan salah satu sifat yang sangat dibenci Allah Swt. Bahkan, secara khusus sifat ini dijelaskan dalam Al-Quran dan hadist. Bahaya dari sifat munafik sangat besar.

Oleh karena itu, umat Islam diwajibkan untuk menjauhi sifat munafik. Di sisi lain, mengetahui ciri-ciri sifat munafik dapat membuat umat mengetahui cara terhindar dari sifat tersebut.

Pengertian dan Bahaya dari Sifat Munafik

Ilustrasi pengertian dan bahaya dari sifat munafik. Foto: Unsplash/Malik Earnest

Munafik berasal dari bahasa Arab nifāq yang berakar nāfaqa dengan arti menyembunyikan, berbohong, berpura-pura. Kata nifāq juga diambil dari kata nafiqā yang berarti salah satu lubang tikus. Artinya lari untuk mencari lubang lainnya.

Sedangkan dikutip dari buku Ensiklopedia Akidah Islam oleh Syahrin Harahap dan Hasan Bakti Nasution (2009: 417), munafik adalah orang yang mengatakan beriman dengan mulut, tetapi tetap kafir (ingkar) dalam hatinya.

Munafik berada di antara mukmin dan kafir. Apabila mukmin percaya kepada Allah dan kafir tidak percaya kepada Allah, maka munafik percaya kepada Allah di lidah saja, sedangkan di dalam hatinya tidak.

Dengan pengertian sifat munafik di atas, dapat diketahui bahwa sifat ini menimbulkan banyak bahaya, yakni:

  • Orang munafik tidak akan dipercaya orang lain karena terkenal akan kebohongannya.

  • Sifat munafik dapat memunculkan permusuhan dalam kehidupan bermasyarakat.

  • Merugikan dan menjerumuskan orang lain.

  • Dijauhi Allah Swt.

الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ ۚ نَسُوا اللَّهَ فَنَسِيَهُمْ ۗ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

Artinya: “Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. Sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma'ruf dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik.” (QS. At-Taubah: 67)

Ciri-Ciri Sifat Munafik

Ilustrasi ciri-ciri sifat munafik. Foto: Unsplash/Greyson Joralemon

Dari sebuah hadits dari ‘Abdullah bin ‘Amr, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Ada empat tanda seseorang disebut munafik. Jika salah satu perangai itu ada, ia berarti punya watak munafik sampai ia meninggalkannya. Empat hal itu adalah: (1) jika berkata, berdusta; (2) jika berjanji, tidak menepati; (3) jika berdebat, ia berpaling dari kebenaran; (4) jika membuat perjanjian, ia melanggar perjanjian (mengkhianati).” (HR. Bukhari no. 2459 dan Muslim no. 58)

Dari hadits di atas, dapat diketahui bahwa ciri-ciri kemunafikan yakni:

  1. Jika mengatakan suatu perkataan dan orang yang mendengar begitu mempercayainya, padahal yang dikatakannya suatu kedustaan.

  2. Jika berjanji, tidak menepati berupa sedari awal berniat tidak akan menunaikan janji ataupun berjanji dengan niat akan menunaikan, kemudian tidak menepatinya padahal tidak ada uzur.

  3. Jika berdebat, ia sengaja keluar dari kebenaran. Jika seseorang punya kemampuan berdebat lalu ia membela keburukan sehingga membuat tampak benar bagi yang mendengarkan, ia adalah sejelek-jelek keharaman dan perangai munafik yang paling jelek.

  4. Jika membuat perjanjian, lalu melanggar dan tidak memenuhi perjanjian tersebut.

  5. Jika diberi amanat, ia berkhianat.

Baca Juga: Ciri-Ciri Orang Munafik dan Cara Menghindarinya

Dengan mengetahui bahaya dari sifat munafik membuat lebih mengetahui betapa berbahayanya dari keburukan yang satu ini. Sehingga, dalam melakukan kebaikan harus secara iklas dan untuk Allah Swt. bukan untuk orang lain, terutama untuk disanjung.(MZM)