Konten dari Pengguna

Basa Rinengga- Pengertian, Tujuan, dan Jenis-jenisnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Basa Rinengga yaiku Basa sing Endah lan Nresepake Ati, Foto: pikisuperstar via freepik.com
zoom-in-whitePerbesar
Basa Rinengga yaiku Basa sing Endah lan Nresepake Ati, Foto: pikisuperstar via freepik.com

Di dalam acara masyarakat Jawa atau percakapan sehari-hari, basa rinengga cukup sering digunakan. Pengertian basa rinengga yaiku basa sing dirangkai kanthi cara tembunge digabung karo tembung liya saengga dadi basa sing endah lan nresepake ati.

Artinya di dalam Bahasa Indonesia: bahasa rinengga adalah bahasa yang tersusun dengan cara kata-kata digabungkan dengan kata lain sehingga menjadi bahasa yang indah dan menyenangkan.

Pengertian Basa Rinengga yaiku Basa sing Endah lan Nresepake Ati

Dilansir dari buku Penelitian Seni Pertunjukan - Rajawali Pers, Ribut Basuki, (2021:14), basa rinengga tersusun dari dua kata, yakni basa, yang berarti bahasa dan rinengga, yang berarti dihias.

Jadi, basa rinengga adalah bahasa yang disusun dengan indah dan terdiri dari penggabungan kata-kata berbeda yang kemudian menjadi kalimat indah dan menarik, sehingga dapat meresap ke dalam hati.

Tujuan Basa Rinengga

Penggunaan basa rinengga di dalam sastra Jawa bertujuan untuk menambahkan keindahan pada suatu kalimat atau suatu perkara, layaknya kata kias pada pantun atau peribahasa.

9 Jenis Basa Rinengga

Jenis Basa Rinengga, Foto: coolvector via freepik.com

Basa rinengga terdiri dari 9 jenis, yakni:

  • Wangsalan

Wangsalan adalah kalimat permainan teka teki, yang menyerupai cangkriman. Namun, di dalam wangsalan, jawaban dari teka-teki itu telah disebutkan di dalam bentuk suku kata yang mirip.

  • Tembung Saroja

Tembung saroja digunakan untuk menegaskan suatu perkara atau sederhananya, memberikan kesan 'sangat'.

  • Tembung Entar

Tembung entar ini digunakan sebagai ungkapan alias kata kiasan.

  • Purwakanthi

Purwakanthi adalah urutan suara di dalam kalimat, yang berkaitan dengan suasana hati.

  • Paribasan

Paribasan merupakan bunyi-bunyian yang sudah melekat di dalam campuran dan memiliki arti tertentu tanpa perubahan suasana atau makna.

  • Bebasan

Menyerupai paribasan, bebasan lebih fokus untuk menggambarkan keadaan dan mengumpamakan sifat manusia.

  • Saloka

Saloka juga menyerupai paribasan dan bebasan, tetapi lebih fokus untuk menggambarkan manusianya atau subjeknya.

  • Pepindhan

Pepindhan adalah kalimat dengan arti yang tidak sebenarnya. Jadi, pepindhan sering digunakan untuk mengumpamakan suatu sifat, rupa, dan, tingkah laku.

  • Parikan

Parikan menyerupai pantun, yang terdiri dari 2 kalimat, di mana kalimat pertama dan kalimat kedua mempunyai jumlah suku kata yang sama.

Setelah membaca penjelasan singkat di atas, apakah kamu tertarik untuk mempelajari basa rinengga lebih dalam?(BRP)

Frequently Asked Question Section

Apa fungsi basa Rinengga bahasa Jawa?

chevron-down

Penggunaan basa rinengga di dalam sastra Jawa bertujuan untuk menambahkan keindahan pada suatu kalimat atau suatu perkara, layaknya kata kias pada pantun atau peribahasa.

Apa itu bahasa Rinengga?

chevron-down

bahasa rinengga adalah bahasa yang tersusun dengan cara kata-kata digabungkan dengan kata lain sehingga menjadi bahasa yang indah dan menyenangkan.