Basa Rinengga- Pengertian, Tujuan, dan Jenis-jenisnya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di dalam acara masyarakat Jawa atau percakapan sehari-hari, basa rinengga cukup sering digunakan. Pengertian basa rinengga yaiku basa sing dirangkai kanthi cara tembunge digabung karo tembung liya saengga dadi basa sing endah lan nresepake ati.
Artinya di dalam Bahasa Indonesia: bahasa rinengga adalah bahasa yang tersusun dengan cara kata-kata digabungkan dengan kata lain sehingga menjadi bahasa yang indah dan menyenangkan.
Pengertian Basa Rinengga yaiku Basa sing Endah lan Nresepake Ati
Dilansir dari buku Penelitian Seni Pertunjukan - Rajawali Pers, Ribut Basuki, (2021:14), basa rinengga tersusun dari dua kata, yakni basa, yang berarti bahasa dan rinengga, yang berarti dihias.
Jadi, basa rinengga adalah bahasa yang disusun dengan indah dan terdiri dari penggabungan kata-kata berbeda yang kemudian menjadi kalimat indah dan menarik, sehingga dapat meresap ke dalam hati.
Tujuan Basa Rinengga
Penggunaan basa rinengga di dalam sastra Jawa bertujuan untuk menambahkan keindahan pada suatu kalimat atau suatu perkara, layaknya kata kias pada pantun atau peribahasa.
9 Jenis Basa Rinengga
Basa rinengga terdiri dari 9 jenis, yakni:
Wangsalan
Wangsalan adalah kalimat permainan teka teki, yang menyerupai cangkriman. Namun, di dalam wangsalan, jawaban dari teka-teki itu telah disebutkan di dalam bentuk suku kata yang mirip.
Tembung Saroja
Tembung saroja digunakan untuk menegaskan suatu perkara atau sederhananya, memberikan kesan 'sangat'.
Tembung Entar
Tembung entar ini digunakan sebagai ungkapan alias kata kiasan.
Purwakanthi
Purwakanthi adalah urutan suara di dalam kalimat, yang berkaitan dengan suasana hati.
Paribasan
Paribasan merupakan bunyi-bunyian yang sudah melekat di dalam campuran dan memiliki arti tertentu tanpa perubahan suasana atau makna.
Bebasan
Menyerupai paribasan, bebasan lebih fokus untuk menggambarkan keadaan dan mengumpamakan sifat manusia.
Saloka
Saloka juga menyerupai paribasan dan bebasan, tetapi lebih fokus untuk menggambarkan manusianya atau subjeknya.
Pepindhan
Pepindhan adalah kalimat dengan arti yang tidak sebenarnya. Jadi, pepindhan sering digunakan untuk mengumpamakan suatu sifat, rupa, dan, tingkah laku.
Parikan
Parikan menyerupai pantun, yang terdiri dari 2 kalimat, di mana kalimat pertama dan kalimat kedua mempunyai jumlah suku kata yang sama.
Setelah membaca penjelasan singkat di atas, apakah kamu tertarik untuk mempelajari basa rinengga lebih dalam?(BRP)
Frequently Asked Question Section
Apa fungsi basa Rinengga bahasa Jawa?

Apa fungsi basa Rinengga bahasa Jawa?
Penggunaan basa rinengga di dalam sastra Jawa bertujuan untuk menambahkan keindahan pada suatu kalimat atau suatu perkara, layaknya kata kias pada pantun atau peribahasa.
Apa itu bahasa Rinengga?

Apa itu bahasa Rinengga?
bahasa rinengga adalah bahasa yang tersusun dengan cara kata-kata digabungkan dengan kata lain sehingga menjadi bahasa yang indah dan menyenangkan.
