Konten dari Pengguna

Beberapa Macam Sistem Sosial Budaya beserta Contohnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sistem sosial budaya. Foto: Unsplash/Timon Studler
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sistem sosial budaya. Foto: Unsplash/Timon Studler

Sebutkan beberapa macam sistem sosial budaya! Pertanyaan ini cukup sering ditanyakan. Hal ini dikarenakan setiap daerah memiliki sistem sosial budayanya sendiri-sendiri, di mana setiap bagiannya saling berhubungan.

Untuk mengetahui tentang macam-macam sistem sosial budaya beserta contohnya, yuk simak penjelasan di bawah ini.

Baca Juga: Pengertian Kebudayaan dan Sistem Sosial Budaya di Indonesia

Beberapa Macam Sistem Sosial Budaya beserta Contohnya

Ilustrasi macam-macam sistem sosial budaya. Foto: Unsplash/Sifrianus Tokan

Sistem sosial budaya adalah keutuhan nilai, tata sosial, dan laku manusia yang diwujudkan dalam pandangan hidup dan falsafah ke berbagai aspek kehidupan. Sistem ini menunjukkan karakteristik yang khas dalam suatu daerah.

Dikutip dari buku Demokratisasi dan Permasalahannya oleh Dra. Ria Manurung, M.Si. (2003: 3), terdapat sepuluh unsur yang terkandung dalam sistem sosial budaya menurut Alvin L. Bertrand, yakni:

1. Keyakinan (Pengetahuan)

Keyakinan merupakan unsur sosial yang dianggap sebagai pedoman dalam melakukan penerimaan suatu pengetahuan dalam kehidupan kelompok sosial dalam masyarakat. Keyakinan ini biasanya digunakan dalam kelompok masyarakat yang masih tergolong terbelakang segi pengetahuannya, sehingga dalam menilai suatu kebenaran dirumuskan melalui keyakinan bersama.

Contohnya, dalam menilai berbahaya atau tidak dalam menerima anggota baru pada suatu kelompok atau organisasi sosial, dinilai berdasarkan kekuatan keyakinan.

2. Perasaan (Sentimen)

Perasaan merujuk pada bagaimana perasaan pada anggota suatu sistem sosial (anggota kelompok) tentang hal-hal, peristiwa-peristiwa serta tempat-tempat tertentu. Unsur perasaan sangat membangun dalam rangka menjelaskan pola-pola tingkah laku yang tidak dapat dijelaskan melalui cara-cara lain.

Contohnya saja jika di dalam suatu sistem terdapat banyak anggota saling menaruh perasaan dendam, benci dan iri antara satu sama lainnnya, maka bisa diketahui bahwa hubungan kerja samanya tidak akan berhasil dengan baik.

3. Tujuan, sasaran, atau cita-cita

Cita-cita, tujuan atau sasaran, di dalam suatu sistem sosial merupakan pedoman bertindak agar program kerja yang telah ditetapkan dan disepakati bersama dapat tercapai secara efektif. Sebagai contoh, keturunan merupakan fungsi dari lembaga keluarga.

4. Norma

Norma sosial dapat dikatakan sebagai patokan tingkah laku yang diwajibkan atau dibenarkan di dalam situasi-situasi tertentu. Unsur norma ini merupakan komponen sistem sosial yang dapat dianggap paling kritis untuk memahami serta meramalkan aksi atau tindakan manusia.

Contohnya, tentang kejujuran, tata tertib suatu permainan, tata tertib hukum, dan sebagainya. Apabila tingkah laku seseorang dipandang wajar dan sesuai dengan norma-norma yang berlaku dalam kelompoknya, maka interaksi dalam kelompok tersebut akan berlangsung dengan wajar sesuai dengan ketetapan-ketetapan bersama.

5. Status dan peranan

Dengan status, seseorang dapat menentukan sifat dan tingkatan kewajiban serta tanggung jawab di dalam suatu kelompok masyarakat, di samping juga menentukan hubungan antara atasan dan bawahan terhadap anggota lain dalam kelompok masyarakat.

Status merupakan serangkaian tanggung jawab, kewajiban serta hak-hak yang sudah ditentukan dalam suatu masyarakat. Sedangkan pola tingkah laku yang diharapkan dari orang-orang pemangku suatu status, dinamakan peranan.

6. Tingkatan atau pangkat (rank)

Tingkatan atau pangkat merupakan unsur sistem sosial yang berfungsi menilai perilaku-perilaku anggota kelompok, Sebaliknya suatu proses penilaian terhadap perilaku-perilaku anggota kelompok, dimaksudkan untuk memberikan kepangkatan (status) tertentu yang dianggap sesuai dengan prestasi-prestasi yang telah dicapai.

Orang yang dianggap berhasil dalam melaksanakan tugasnya, bisa dinaikkan pangkatnya (status) ke jenjang yang lebih tinggi. Begitu seterusnya sehingga berbagai aktivitas nampak saling bergantungan sehingga dengan demikian dapat dikategorikan sebagai sistem sosial.

7. Kekuasaan atau pengaruh (power)

Istilah kekuasaan menunjuk pada kapasitas penguasaan seseorang terhadap anggota-anggota kelompok atau organisasi. Kekuasaan seseorang dalam mengawasi anggota kelompok biasanya dapat dilihat dari status yang dimiliki.

Pengaruhnya sangat besar dalam pengambilan suatu keputusan biasanya pemegang kekuasaan mempunyai wewenang dan kemampuan untuk mempengaruhi para anggota kelompoknya.

8. Sanksi

Sanksi merupakan ancaman hukum yang biasanya ditetapkan oleh masyarakat terhadap anggota-anggotanya yang dianggap melanggar norma-norma sosial kemasyarakatan. Penerapan sanksi oleh masyarakat ditujukan agar pelanggarnya dapat mengubah perilakunya ke arab yang lebih baik sesuai dengan norma-norma sosial yang berlaku.

9. Sarana atau fasilitas

Secara umum sarana dimaksudkan sebagai cara yang digunakan untuk mencapai tujuan dari sistem sosial. Yang paling penting dari unsur sarana adalah terletak dari kegunaannya bagi suatu sistem sosial.

10. Tekanan Ketegangan (Stress-strain)

Di dalam sistem sosial senantiasa terjadi ketegangan, sebab dalam kehidupan masyarakat tidak ada satu pun anggotanya yang mempunyai perasaan dan interpretasi sama terhadap kegiatan dan masalah yang sedang dihadapi bersama. Itulah sebabnya, maka suatu ketegangan hubungan antar anggota kelompok masyarakat pada batas waktu tertentu dapat terjadi.

Ketegangan erat kaitannya dengan taraf kekangan yang diterima oleh seseorang individu dari individu lain atau kelompok. Ketegangan itu terjadi oleh karena adanya konflik peranan sebagai akibat dari proses sosial yang tidak merata. Jika dalam suatu sistem sosial dapat tumbuh dan berkembang dengan langgeng, itu karena tingkat toleransi di antara anggotanya relatif.

Itulah penjelasan tentang macam-macam sistem sosial media dan contohnya. Semoga inforasi di atas bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan kamu tentang suatu sistem sosial.(MZM)