Bentuk Baku dari Kosakata Ekstrim yang Tepat Sesuai KBBI

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam menggunakan bahasa Indonesia, terdapat banyak kosakata yang harus dipahami agar kita bisa menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar sesuai KBBI.
Sayangnya, sering sekali ditemukan kosakata yang tidak baku seperti ‘ekstrim’. Bentuk baku dari kosakata ekstrim adalah ekstrem.
Karena bentuknya yang mirip inilah yang membuat orang terkadang malah menggunakan bentuk yang tidak baku. Untuk lebih memahami kosakata baku, simak penjelasannya dalam artikel ini.
Baca juga: Penggunaan Kosakata Baku dan Kalimat Efektif yang Baik dalam Bahasa Indonesia
Bentuk Baku dari Kosakata Ekstrim dalam KBBI
Dikutip dari Arif Cerdas untuk Sekolah Dasar Kelas 6 yang disusun oleh Umi (2020:164), kosakata baku merupakan kosakata yang penulisannya sudah sesuai dengan Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Sedangkan, kosakata non-baku merupakan kosakata yang penulisannya sudah sesuai dengan Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia.
Menurut kbbi.kemdikbud.go.id, bentuk baku dari kosakata ekstrim adalah ekstrem. Arti kata ekstrem adalah sangat keras dan teguh; fanatik. Berikut ini beberapa contoh kosakata baku dan tidak baku:
Baku
aktif
apotek
asas
atlet
bus
cabai
daftar
ekspor
ekstrem
Februari
film
formal
frekuensi
Tidak Baku
aktip
apotik
azaz
atlit
bis
cabe
daptar
eksport
ekstrim
Pebruari
filem
formil
frekwensi
Penggunaan Bahasa Baku
Waridah dalam EYD & Seputar Kebahasa-Indonesiaan (2008) menjelaskan bahwa penggunaan ragam bahasa baku dan tidak baku berhubungan dengan situasi dan kondisi pemakaiannya. Bahasa baku umumnya digunakan pada situasi resmi seperti pidato, seminar, dan sebagainya.
Sebaliknya, ragam bahasa baku biasa digunakan dalam komunikasi sehari-hari yang sifatnya tidak resmi. Terdapat beberapa fungsi bahasa baku sebagai berikut:
Bahasa baku sebagai pemersatu. Dengan menggunakan bahasa baku, maka sekelompok orang bisa menjadi satu kesatuan masyarakat bahasa.
Bahasa baku memberi ciri khas. Penggunaan bahasa baku bisa menjadi pembeda masyarakat bahasa satu dengan masyarakat yang menggunakan bahasa lainnya.
Penggunaan bahasa baku akan menunjukkan kewibawaan penuturnya.
Fungsi selanjutnya adalah bahasa baku dapat digunakan sebagai kerangka acuan. Bahasa baku dimanfaatkan sebagai tolok ukur benar atau tidaknya penggunaan bahasa seseorang atau sekelompok orang.
Ciri Bahasa Baku
Untuk membedakan bahasa baku dengan bahasa tidak baku dalam bahasa Indonesia, kalian bisa memperhatikan ciri-ciri berikut ini:
Bahasa baku tidak terpengaruh oleh bahasa daerah.
Bahasa baku tidak terpengaruh oleh bahasa asing
Digunakan sesuai dengan konteks kalimat.
Bahasa baku tidak termasuk ragam bahasa percakapan.
Bahasa baku tidak rancu atau tidak bermakna ganda.
Demikian penjelasan mengenai kosakata baku dan tidak baku serta penggunaan bahasa baku. Jangan berhenti mempelajari ilmu bahasa. Selamat belajar! (KRIS)
