Beterbangan atau Berterbangan, Manakah yang Baku?

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penulisan imbuhan ber- menjadi salah satu materi Bahasa Indonesia yang diajarkan pada murid. Meski terlihat sederhana, ternyata ada aturan khusus penulisannya. Salah satu yang kadang membingungkan adalah penulisannya pada kata beterbangan atau berterbangan.
Dari kedua kata tersebut, kata manakah yang baku? Apakah berterbangan ataukah berterbangan? Supaya tidak bingung, siswa harus mengingat beberapa hal penting terkait pengggunaan imbuhan.
Beterbangan atau Berterbangan
Dikutip dari buku Bahasa Indonesia SMP Kelas VII karya Yudhistira Ghalia (2008: 67), imbuhan memiliki beberapa jenis. Imbuhan dapat ditambahkan di awal, di tengah, atau di akhir kata dasar untuk membentuk kata baru dengan makna yang berbeda.
Contoh imbuhan di antaranya adalah awalan (prefiks), sisipan (infix), dan akhiran (sufiks). Contohnya penggunaan imbuhan “ber-“. Dalam kalimat beterbangan atau berterbangan, manakah yang penggunaannya benar? Jawabannya adalah beterbangan.
Hal ini berdasarkan aturan imbuhan “ber-“. Awalan “ber-“ berubah menjadi “be-“ jika ditambah kata dasar yang suku pertama adalah berakhiran /er/. Oleh karena itu, ketika imbuhan "ber-" ditambahkan, maka berubah menjadi "beterbangan".
Dengan demikian, kalimat yang benar adalah "beterbangan". Aturan ini membantu kita untuk menggunakan imbuhan dengan benar dalam pembentukan kata-kata dalam bahasa Indonesia.
Beterbangan merujuk pada gerakan atau aksi terbang secara bebas, seperti burung yang terbang di langit. Dalam penggunaan sehari-hari, "beterbangan" juga dapat digunakan secara metaforis untuk menggambarkan pikiran atau gagasan yang tersebar atau tidak terkendali.
Aturan Penulisan Imbuhan Ber-
Dalam penulisan tata bahasa yang baku harus memperhatikan berbagai hal. Salah satunya imbuhan, agar makna yang dimiliki sesuai. Berikut adalah aturan penulisan imbuhan “ber-“.
Awalan “ber-“ akan berubah menjadi “be-“ jika ditambah kata dasar yang dimulai dari huruf /r/. Misalnya berenang.
Awalan “ber-“ berubah menjadi “be-“ jika ditambah kata dasar yang suku pertama adalah berakhiran /er/. Misalnya kerja, menjadi bekerja.
Awalan “ber-“ berubah menjadi “bel-“ jika ditambahkan pada kata dasar tertentu. Misalnya kata ajar, mendapat awalan “ber-“ menjadi belajar.
Awalan ber- tidak berubah bentuk jika digabungkan dengan kata dasar di luar tiga kaidah yang telah diuraikan, misalnya kata bayar menjadi berbayar.
Baca Juga: Arti Pembual Menurut KBBI beserta Sinonimnya
Demikian pembahasan mengenai tulisan kalimat beterbangan atau berterbangan yang benar. Penggunaan imbuhan ini perlu disesuaikan dengan aturan yang berlaku. (Umi)
