Biadap atau Biadab, Mana yang Benar menurut Bahasa Indonesia?

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Beberapa pengguna bahasa Indonesia kerap merasa ragu tentang kebenaran dari penulisan suatu kata, contohnya biadap atau biadab. Kondisi itu dapat terjadi karena bunyi huruf “b” dan “p” pada kata tersebut memang terdengar sama.
Cara untuk mengetahui penulisan yang benar antara biadap dengan biadab adalah merujuk Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). KBBI merupakan rujukan yang tepat karena kamus tersebut hanya memuat kata baku dalam bahasa Indonesia.
Biadap atau Biadab, Mana yang Benar?
Biadap atau biadab merupakan contoh keraguan dalam penulisan kata. Beberapa pengguna bahasa Indonesia kerap mengalami keraguan tersebut karena bunyi huruf “b” dan “p” yang terdengar serupa.
Penulisan yang benar antara biadap dan biadab adalah biadab karena tertera dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). KBBI merupakan rujukan tepat untuk mengetahui baku atau tidaknya suatu kata dalam bahasa Indonesia, termasuk kata “biadab”.
Dikutip dari laman KBBI VI Daring, kbbi.kemdikbud.go.id, arti biadab adalah belum beradab atau belum maju kebudayaannya. Selain itu, biadab juga memiliki arti sebagai tidak tahu adat (sopan santun) atau kurang ajar.
Keberadaan arti biadab dalam KBBI secara jelas membuktikan bahwa “biadab” merupakan kata baku. Jadi, penulisan yang benar antara biadap dan biadab adalah biadab.
Kata Baku dalam Bahasa Indonesia
Setiap pengguna bahasa Indonesia perlu mengetahui kata baku. Pengetahuan tersebut penting untuk menulis kata dengan benar serta mencari arti kata dengan lebih mudah saat menggunakan kamus.
Dikutip dari buku EYD Bahasa Indonesia, Prihantini (2015: 28), kata baku adalah kata yang cara pengucapan atau penulisannya sesuai dengan kaidah-kaidah standar atau kaidah-kaidah yang telah dibakukan.
Kata baku sudah pasti tercantum dalam kaidah dasar, seperti kamus umum, tata bahasa baku, atau pedoman ejaan. Mengutip dari buku yang sama, Prihantini (2015: 28 – 29), berikut adalah ciri-ciri bahasa baku.
Tidak dipengaruhi bahasa daerah.
Tidak dipengaruhi bahasa asing.
Bukan merupakan bahasa percakapan.
Pemakaian imbuhan dinyatakan secara eksplisit.
Pemakaian kata sesuai dengan konteks kalimat.
Tidak terkontaminasi atau tidak rancu.
Tidak mengandung arti pleonasme (berlebihan).
Tidak mengandung hiperkorek, misalnya azas (tidak baku) dan asas (baku).
Baca juga: Kordinasi atau Koordinasi, Mana yang Benar?
Setelah menyimak penjelasan di atas, diketahui bahwa penulisan yang benar antara biadap atau biadab adalah biadab. Biadab merupakan penulisan yang benar karena termasuk kata baku dalam bahasa Indonesia dan tercantum dalam KBBI. (AA)
