Konten dari Pengguna

Biografi Ibnu Sina, Ilmuwan Muslim di Bidang Ilmu Kedokteran

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi biografi Ibnu Sina, sumber foto: (Thomass Kelley) by Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi biografi Ibnu Sina, sumber foto: (Thomass Kelley) by Unsplash.com

Ibnu Sina merupakan salah satu ilmuwan Muslim yang namanya sangat tersohor. Sayangnya, tidak banyak orang yang mengetahui tentang biografi Ibnu Sina. Padahal, wawasan ini sangat penting untuk mendorong minat generasi dalam mempelajari ilmu. Seperti yang diketahui, Ibnu Sina memiliki andil besar dalam perkembangan ilmu matematika, astronomi, kimia, fisika, metafisika, filologi, hingga musik dan sastra. Tidak hanya berhenti sampai di situ, Ibnu Sina bahkan juga mengenyam pendidikan ilmu kedokteran yang membantu masyarakat untuk sehat dan sembuh dari sakit. Lalu, bagaimana perjalanan hidup Ibnu Sina? Mari simak penjelasan di artikel ini.

Biografi Singkat Ibnu Sina dan Penemuannya

Mengutip buku Sejarah dan Pemikiran Tokoh-tokoh Filsafat Islam oleh Siti Nur Aidah (2021), Ibnu Sina lahir dengan nama Abu Ali al Husain bin Abdullah bin Sina. Namun, negara Barat lebih mengenalnya dengan sebutan Avicenna. Ibnu Sina lahir di Afsana, pada tanggal 22 Agustus 980 Masehi dari pasangan intelektual yang terhormat.

Sejak kecil, Ibnu Sina telah menampakkan intelektualitas yang tinggi. Saat usia 10 tahun, ia bahkan telah menjadi penghafal Al-Qur'an. Lalu, pada usia 16 tahun, Ibnu Sina mempelajari ilmu kedokteran dari Abu Abdullah An-Naqili.

Ilustrasi biografi Ibnu Sina, sumber foto: (Inaki Del Olmo) by Unsplash.com

Dua tahun kemudian, Ibnu Sina berhasil menuntaskan pendidikannya sebagai dokter. Lalu, pada tahun 997 M, beliau memperoleh panggilan dari pemimpin Dinasti Samaniyah (819–999 M) di Persia. Ibnu Sina diminta untuk mengobati sakit yang diderita oleh sang amir dan ia berhasil.

Keberhasilan ini membuatnya menjadi ilmuwan yang disegani di Kekaisaran Samaniyah. Bahkan, beliau juga mendapat berbagai fasilitas yang menunjang kebutuhannya, termasuk perpustakaan.

Menginjak usia 21 tahun, filsuf muslim ini telah menghasilkan ratusan karya tulis di bidang matematika, geometri, astronomi, físika, filologi, kimia, metafisika, musik, dan sastra. Adapun karya Ibnu Sina yang paling berpengaruh di sepanjang karir menulisnya adalah Kitab Al Qanun fi Tibb dan al Shifa.

Ibnu Sina, tutup usia pada tanggal 1 Ramadan tahun 428 H. Beliau wafat pada usia 58 tahun di kota Hamedan, Iran.

Itulah biografi Ibnu Sina singkat yang bisa dijadikan panutan dalam menimba ilmu. Di akhir hayatnya, ilmuwan yang berjasa di bidang kedokteran ini berkata bahwa, “Lebih baik memiliki umur yang singkat tapi bermakna daripada umur yang panjang tapi tidak bermakna”. (DLA)