Biografi Sultan Ageng Tirtayasa, Hari Lahir, dan Dereta Perjuangannya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Biografi Sultan Ageng Tirtayasa merupakan salah satu cerita yang sudah popular di kalangan masyarakat, terutama warga Banten. Sultan Ageng Tirtayasa sendiri berasal dari Kerajaan Banten, salah satu kerajaan Islam di Indonesia.
Menurut buku Ensiklopedi Kerajaan Islam di Indonesia (2017: 150) pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa, kehidupan sosial masyarakat Banten meningkat pesat karena dikatakan bahwa Sang Sultan sangat memperhatikan kesejahteraan warganya.
Biografi Sultan Ageng Tirtayasa: Keturunan Nabi dan Perlawanan Terhadap VOC
Catatan sejarah Banten menuliskan bahwa Sultan Ageng Tirtayasa lahir pada tahun 1631 dan tidak diketahui tanggal berapa pastinya. Sultan Banten juga menurut catatan merupakan keturunan Nabi Muhammad Saw. Fakta menarik lainnya adalah beliau dan ayahnya sangat menyukai ilmu pengetahuan.
Sultan Ageng Tirtayasa berkuasa sejak tahun 1651 hingga 1682 atau saat usianya sangat muda, yaitu masih 20 tahun. Meskipun terhitung belia, namun kepemimpinan Sultan Ageng Tirtayasa tidak dapat diremehkan, bahkan dirinya terkenal dengan resistensinya terhadap VOC.
Kerajaan Banten memiliki politik dan angkatan perang yang berkembang pesat pada masa itu. Beliau juga berhasil memajukan wilayah perdagangannya sampai ke selatan Sumatera dan beberapa bagian di Kalimantan. Begitu pula dengan pendidikan serta kebudayaan Islam di Banten yang semakin tersohor pada saat itu.
Sayangnya di saat bersamaan, tensi Banten dan VOC semakin memanas. Melihat hal tersebut, Sultan Ageng Tirtayasa berusaha untuk mencari dukungan untuk melawan VOC dengan meminta bantuan Kerajaan Mataram. Namun, situasi dan kondisi Kerajaan Mataram saat itu juga sudah tidak memungkinkan, bantuan pun tidak didapatkan oleh Sultan Ageng Tirtayasa. Puncaknya, Sultan Ageng Tirtayasa diadu domba dengan anaknya, Sultan Haji. Sultan Haji yang bekerjasama dengan VOC berhasil mengkudeta pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa pada tahun 1681.
Tidak sampai di situ saja, VOC terus menyerang Banten. Sultan Ageng Tirtayasa tetap melakukan perlawanan namun pada akhirnya beliau ditangkap oleh VOC dan dikirim ke Batavia untuk dipenjara hingga wafat pada tahun 1692. Tertangkapnya Sultan Ageng Tirtayasa merupakan pertanda akhir perjuangan dari Banten dan setelah itu berhasil VOC berkuasa.
Sultan Ageng Tirtayasa tidak berhasil mengusir VOC dari tanah kelahirannya, namun perjuangannya yang begitu gigih untuk memakmurkan masyarakat Kerajaan Banten dan melawan penjajah sangat patut diapresiasi. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika beliau menjadi tokoh pahlawan yang legendaris dan biografi Sultan Ageng Tirtayasa kerap menghiasi buku-buku dalam pelajaran sejarah. (AA)
