Konten dari Pengguna

Bisakah Itikaf di Rumah? Ini Penjelasan Lengkapnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Bisakah Itikaf di Rumah. Foto: dok. ibrahim abdullah (Unsplash)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bisakah Itikaf di Rumah. Foto: dok. ibrahim abdullah (Unsplash)

Pertanyaan bisakah itikaf di rumah merupakan salah satu pertanyaan yang muncul di kalangan umat muslim. Untuk mengetahui bagaimana penjelasan menunaikan itikaf di rumah, mari kita simak pembahasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.

Pembahasan Itikaf di Rumah yang Perlu Diketahui Umat Muslim

Ilustrasi Bisakah Itikaf di Rumah. Foto: dok. Rachid Oucharia (Unsplash)

Itikaf adalah amalan sunnah yang dianjurkan untuk mencapai keutamaan di malam Lailatul Qadar. Amalan ini bernilai pahala yang melimpah, maka dari itu banyak umat muslim yang antusias ingin mengamalkannya. Amalan itikaf dilaksanakan dengan cara berdiam diri di dalam Masjid.

Hal tersebut selaras dengan penjelasan mengenai amalan itikaf dalam buku berjudul Fikih Empat Madzhab Jilid 2 yang ditulis Syaikh Abdurrahman Al-Juzairi (2012:404).

Tertulis dalam buku tersebut bahwa itikaf adalah berdiam diri di dalam masjid yang dilakukan dengan tujuan untuk beribadah. Amalan itikaf juga dibahas dalam surat Al Baqarah ayat 187 berikut ini:

أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَائِكُمْ ۚ هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ ۗ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُونَ أَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ ۖ فَالْآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ ۚ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ ۚ وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

Artinya: Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa. (QS. Al Baqarah: 187)

Ilustrasi Bisakah Itikaf di Rumah. Foto: dok. Masjid Pogung Dalangan (Unsplash)

Selain diperintahkan oleh Allah, amalan itikaf ini juga dicontohkan oleh Rasulullah. Hal ini sesuai dengan yang disebutkan dalam sebuah hadis yang berbunyi:

أن النبيَّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم كان يعتكفُ العشرَ الأواخرَ من رمضانَ حتى توفاهُ اللهُ، ثم اعتكفَ أزواجُهُ من بعدِهِ

Artinya: “Sesungguhnya Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam melakukan i’tikaf pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan sampai Allah mewafatkan beliau, kemudian istri-istri beliau melakukan i’tikaf setelahnya“ (HR. Bukhari)

Agar itikaf yang ditunaikan menghasilkan pahala yang sempurna, kita perlu memperhatikan apakah itikaf yang kita tunaikan sudah sesuai dengan rukun itikaf yang berlaku. Pembahasan mengenai rukun itikaf dijelaskan dalam buku berjudul Rukun Iman Islam dan Ihsan oleh Agus Setiyanto (2021:108). Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa rukun itikaf antara lain niat dalam hati yang tepat untuk beritikaf dan berdiam diri di dalam masjid.

Baca juga: Definisi Waktu Itikaf dan Tata Caranya

Sesuai dengan rukun itikaf tersebut, maka dapat diketahui bahwa itikaf wajib dilaksanakan di dalam Masjid dan tidak keluar dari Masjid kecuali disebabkan oleh beberapa alasan yang dibenarkan seperti buang air ke kamar mandi atau hal lainnya. Dari situ kita dapat mengetahui bahwa kita tidak dapat menunaikan itikaf di luar Masjid atau di rumah. (DAP)