Bolehkan Puasa Ayyamul Bidh Dua Hari? Simak Penjelasannya dalam Dalil

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puasa ayyamul bidh merupakan salah satu puasa sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Pelaksanaan puasa sunnah ayyamul bidh diajarkan oleh Rasulullah untuk dilaksanakan setiap tanggal 13, 14 dan 15 Hijriyah. Lalu yang menjadi pertanyaan adalah bolehkan puasa ayyamul bidh dua hari? Berikut adalah penjelasannya dalam dalil Al-Quran.
Puasa Ayyamul Bidh
Jika ada pertanyaan bolehkan puasa ayyamul bidh dua hari sedangkan anjurannya adalah tiga hari? Jawabanya adalah boleh hal tersebut seperti yang dikatakan oleh Syaikh Ibnu Baz dimana menurutnya melaksanakan satu hari saja diperbolehkan dan akan tetap mendapatkan pahala puasa. Pendapat tersebut juga didukung oleh firman Allah SWT dalam Surat Al-An’Am ayat 160.
“Barangsiapa membawa amal yang baik, Maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya….”.
Puasa Ayyamul bidh sendiri dalam beberapa hadits dijelaskan memiliki beberapa keutamaan bagi yang mampu menjalankannya. Dikutip dari buku Panduan Praktis Menjalankan Puasa Sunnah karya Siti Nur Aidah dan Tim Penerbit KBM Indonesia, (2021) keutamaan puasa ayyamul bidh adalah sebagai berikut.
a. Seperti berpuasa sepanjang tahun
Satu hari berpuasa sunnah, maka kebaikan yang kita dapatkan berlipat ganda sebanyak 10 hari kebaikan, jika berpuasa 3 hari dalam satu bulan maka akan mendapatkan 30 hari kebaikan. Jika berpuasa sunnah selama satu tahun akan mendapatkan amalan seperti berpuasa sepanjang tahun.
b. Menjalankan wasiat Rasulullah Saw
Menunaikan puasa Ayyamul Bidh memiliki keutamaan selanjutnya adalah mengamalkan ajaran Rasulullah SAW. Rasulullah SAW menyampaikan nasihat kepada para sahabatnya.
c. Mendapatkan surga ar rayyan
Puasa Ayyamul Bidh memiliki keutamaan salah satunya adalah mendapatkan Surga Ar Rayyan. Surga Ar Rayyan merupakan salah satu pintu surga yang diperuntukkan bagi umat muslim yang sering berpuasa semasa hidupnya.
Jadi kesimpulannya adalah puasa ayyamul bidh yang diperintahkan untuk dilaksanakan dalam waktu tiga hari diperbolehkan untuk dikerjakan hanya satu atau dua hari. Dengan catatan bahwa disebabkan karena benar-benar berhalangan sehingga tidak bisa melaksanakan tiga hari. (WWN)
