Bunga Tersenyum Kepadaku di Pagi Hari, Kalimat Tersebut Termasuk Majas

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bunga tersenyum kepadaku di pagi hari. Kalimat tersebut termasuk majas personifikasi. Dalam bahasa Indonesia, majas adalah gaya bahasa yang digunakan untuk memperindah kalimat, salah satunya melalui pemberian sifat atau tindakan manusia kepada benda mati.
Majas personifikasi merupakan salah satu bentuk majas perbandingan yang sering digunakan dalam karya sastra untuk menghidupkan benda mati. Sehingga membuatnya seolah-olah memiliki karakteristik manusia.
Bunga Tersenyum Kepadaku di Pagi Hari, Kalimat Tersebut Termasuk Majas Personifikasi
Mengutip dari buku Analisis Bentuk, Fungsi, Dan Makna Majas dalam Bahasa Tetun, Rofnus Taek, S. Pd.,M. Hum, (2023), majas personifikasi adalah majas yang membandingkan benda-benda tak bernyawa seolah-0lah mempunyai sifat seperti manusia.
Bunga nga tersenyum kepadaku di pagi hari. Kalimat tersebut termasuk majas personifikasi. Pada kalimat ini, bunga diibaratkan "tersenyum", sebuah tindakan yang sebenarnya hanya bisa dilakukan oleh manusia.
Dengan menggunakan majas personifikasi, penulis memberikan kesan bahwa bunga memiliki perasaan atau ekspresi yang dapat berinteraksi dengan manusia, menciptakan suasana yang hangat dan menenangkan di pagi hari.
Contoh Majas Personifikasi Lainnya
Selain itu, ada beberapa contoh majas personifikasi lainnya yang dapat menjadi inspirasi. Berikut di antaranya.
Embun pagi menyapa daun-daun muda dengan lembut, meninggalkan kesegaran di setiap helainya.
Gunung-gunung tua berbisik pelan, menyimpan rahasia alam yang sudah berabad-abad lamanya.
Bayangan malam merangkul kota, membiarkan setiap lampu jalan bersinar menerangi jalan.
Gelombang laut menari liar, menantang langit yang mulai mendung.
Daun-daun gugur berkejaran di jalan, mengikuti arah angin yang berhembus kencang.
Bulan tersenyum malu di balik awan, mengintip dari ketinggian langit malam.
Jalan setapak itu berbisik pelan, menuntun langkah pejalan yang melintasinya.
Langit menangis deras, membasahi tanah yang gersang dengan air yang sangat dinantikan.
Hutan itu memeluk dingin, melindungi setiap makhluk yang berlindung di dalamnya.
Matahari mengintip malu di balik bukit, memberi cahaya pertama untuk memulai hari yang baru.
Baca juga: Tuliskan Contoh Majas Sarkasme beserta Majas Sindiran Lainnya!
Jadi, bunga tersenyum kepadaku di pagi hari kalimat tersebut termasuk majas personifikasi. Penggunaan majas ini bukan hanya memperkaya bahasa, tetapi juga memperkuat pesan dan makna dalam sebuah karya sastra. (RIZ)
