Bunyi Surat Al-Baqarah Ayat 26 beserta Arti dan Tafsirnya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Surat Al Baqarah merupakan surat kedua dalam Alquran. Ada banyak keutamaan yang bisa saya didapatkan seorang muslim jika menelaah ayat-ayat dari surat ini, termasuk Al Baqarah ayat 26.
Surah Al Baqarah terdiri dari 286 ayat, 6.221 kata, dan 25.500 huruf. Surat ini termasuk surat Madaniyah dan merupakan surat dengan jumlah ayat terbanyak dalam Al-Qur'an.
Dinamakan Al Baqarah "Sapi Betina" karena di dalam surat ini terdapat kisah tentang penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada kaum Bani Israil.
Mengutip buku Seabad Pers Kebangsaan 1907-2007 (2007), ilmu agama (tolong) dan ilmu teknik hendaknya harus dipahami dengan seimbang. Hal ini dibahas dalam Surat Al Baqarah ayat 26 untuk memperingatkan agar umat Islam dapat memperdalam berbagai ilmu, baik itu ilmu dunia maupun ilmu akhirat.
Surat Al Baqarah Ayat 26 beserta Artinya
Inilah bunyi bacaan Surat Al Baqarah beserta artinya yang lengkap:
Innallāha lā yastahyī an yadhriba matsalan mā ba‘ūdhatan fa mā fawqahā. Fa ammal ladzīna āmanū fa ya‘lamūna annahul haqqu min rabbihim. Wa ammal ladzīna kafarū fa yaqūlūna mādzā arādallāhu bi hādzā matsalan. Yudhillu bihī katsīran wa yahdī bihī katsīran. Wa mā yudhillu bihī illal fāsiqīn.
Artinya, "Sungguh Allah tidak enggan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih kecil dari itu. Adapun orang-orang yang beriman yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka. Sedangkan mereka yang kafir mengatakan, ‘Apakah maksud Allah menjadikan ini sebagai perumpamaan?’ Dengan perumpamaan itu banyak orang disesatkan Allah. Dengan itu pula banyak orang diberi petunjuk oleh-Nya. Tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik." (Surat Al-Baqarah ayat 26).
Tafsir Surat Al Baqarah Ayat 26
Setelah mengetahui bacaan Surat Al Baqarah ayat 26 beserta artinya, penting sekali untuk mengetahui tafsir dari ayat tersebut. Adapun tafsir Surat Al Baqarah ayat 26 berdasarkan tafsir jalalain yaitu sebagai berikut:
Allah tidak segan mengangkat nyamuk sebagai perumpamaan, atau bahkan yang lebih kecil dari nyamuk. Allah tidak malu mengangkat nyamuk sebagai perumpamaan karena di dalamnya terdapat hikmah. Kalau orang yang beriman meyakini kebenaran perumpamaan itu dari Allah, orang-orang yang kafir mempertanyakan dengan ingkar manfaat dan urgensi perumpamaan tersebut. Sedangkan orang fasik yang disesatkan oleh perumpamaan Allah itu adalah orang yang keluar dari ketaatan terhadap Allah.
Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa apapun yang dikatakan oleh Allah SWT dalam Alquran sesungguhnya mengandung kebenaran dan hikmah. Dengan meyakini dan mengamalkannya, diharapkan kita termasuk golongan orang yang beriman di hadapan Allah SWT.
(DLA)
