Konten dari Pengguna

Cara Bunga Kamboja Melindungi Diri sebagai Mekanisme Pertahanan

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Bunga Kamboja Melindungi Diri. Sumber: Unsplash/Colin Watts
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Bunga Kamboja Melindungi Diri. Sumber: Unsplash/Colin Watts

Cara bunga kamboja melindungi diri yakni dengan mengeluarkan getah dan menggugurkan daunnya. Semuanya merupakan cara untuk bertahan hidup baik dari serangan musuh maupun dari kondisi lingkungan ekstrem.

Berikut penjelasannya:

  • Mengeluarkan getah putih yang disebut lateks. Getah kamboja akan terasa pahit jika tertelan. Getah ini juga bisa menyebabkan iritasi pada kulit.

  • Menggugurkan daun adalah cara bertahan hidup dari perubahan musim maupun cuaca. Saat kondisi lingkungan tidak memungkinkan, bunga kamboja akan menggugurkan daunnya guna mengurangi penguapan. Ia hanya menyisakan bunga yang cantik.

Daftar isi

Bagaimana Bunga Kamboja Melindungi Diri dari Hama atau Hewan Pemakan Tumbuhan?

Ilustrasi bunga kamboja melindungi diri dari hama atau hewan pemakan tumbuhan

Bunga kamboja memiliki beberapa mekanisme pertahanan diri dari hama atau hewan pemakan tumbuhan melalui hal-hal berikut:

Getah Beracun

Getah pohon kamboja tidak disukai hewan, khususnya serangga karena beracun. Bahkan, di masa lalu, getah kamboja Jepang (Adenium) digunakan untuk berburu karena mengandung racun.

Rasa Pahit

Bagian-bagian tertentu pada pohon bunga kamboja memiliki rasa pahit. Hal ini membuat serangga pemakan tanaman enggan memakannya.

Duri Halus

Kamboja jenis Adenium memiliki duri-duri halus di sekitar batang dan daunnya. Hal ini menjadi penghalang bagi hewan pemangsa untuk memakannya.

Bau Khas yang Tajam dan Menyengat

Bunga kamboja memiliki aroma harum yang makin kuat saat malam tiba. Selain berfungsi untuk menarik serangga penyerbuk, aroma ini juga menggaggu predator yang tidak menyukai aroma kuat. Mereka jadi enggan mendekat.

Mengapa Getah Kamboja Berbahaya Bagi Manusia dan Hewan?

Getah kamboja mengandung senyawa beracun seperti plumericin, fulvoplumierin, alkaloid, iridoid. Dalam buku Tumbuhan Obat & Khasiatnya, Drs. H. Arief Hariana (2008:7), kulit batang kamboja mengandung plumierid, yaitu zat pahit beracun sebagai laxant.

Pada hewan, senyawa ini bisa menyebabkan muntah, diare atau kejang jika memakannya. Sementara pada manusia bisa menyebabkan gatal-gatal dan iritasi.

Baca juga: Cara Menanam Bunga Nusa Indah serta Perawatannya

Kesimpulan

Tanaman kamboja melindungi dirinya dengan beragam cara. Cara bunga kamboja melindungi diri mulai dari mengeluarkan getah beracun, memiliki duri halus, mengeluarkan aroma wangi menyengat. serta menggugurkan daun di musim kemarau. (ELZ)