Konten dari Pengguna

Cara dan Ketentuan dalam Membuat Jurnal Penutup

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi: Cara dan Ketentuan dalam Membuat Jurnal Penutup Sumber: pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi: Cara dan Ketentuan dalam Membuat Jurnal Penutup Sumber: pixabay.com

Dalam materi ekonomi atau akuntansi yang dipelajari oleh siswa tingkat SMA hingga perguruan tinggi, siswa diajarkan untuk memahami jurnal penutup melalui pertanyaan jelaskan ketentuan dalam membuat jurnal penutup. Untuk memahaminya, simaklah ulasan berikut.

Baca juga: Pembahasan Masalah Ketidakpastian Arus Kas dan Penyebabnya

Ketentuan Membuat Jurnal Penutup

Ilustrasi: Cara dan Ketentuan dalam Membuat Jurnal Penutup Sumber: pixabay.com

Mengutip Buku Sakti Pengantar Akuntansi karya Wildana Nur Ardhianto (150:2019), dasar dari pembuatan jurnal penutup adalah untuk mengetahui kinerja suatu perusahaan dalam satu periode akuntansi tertentu.

Dalam membuat jurnal penutup, tutuplah empat jenis akun berikut dengan langkah dan ketentuan seperti di bawah ini:

  • Tutup akun pendapatan jasa yang merupakan akun yang disimpan di kredit pada lembar kerja jurnal, dengan cada meng-nol-kan nilainya dengan cata disimpan di debit dam ditutup oleh ikhtisar laba-rugi.

  • Perhatikan akun beban yang disimpan di debit pada lembar kerja jurnal. Nol-kan nilainya, dalam jurnal penutup akun yang disimpan di kredit dan ditutup oleh ikhtisar laba-rugi di debit.

  • Pastikan tutup akun laba-rugi disesuaikan dengan cara apabila laba maka jurnal penutupnya adalah Ikhtisar laba-rugi di kolom debit, lalu kemudian ditutup dengan akun modal di kolom kredit. Namun begitu, apabila rugi maka pencatatannya bisa dilakukan dengan cara sebaliknya.

  • Kemudian tutuplah akun prive yang disimpan di debit, dengan catatan jurnal penutup akun prive harus disimpan di kredit lalu ditutup dengan modal di debit.

Hal utama yang mesti diingat dalam membuat jurnal penutup adalah jurnal penutup yang disusun tergantung dari bentuk perusahaan, baik itu berupa PT, CV, firma, ataupun perusahaan perseorangan, karena struktur modal dari jenis perusahaan.

Jadi pastikan untuk mengkonsultasikan bagaimana model jurnal penutup yang sering diterapkan dalam pembuatan laporan jurnal penutup, pada rekan kerja atau atasan setempat.

Mengapa Harus Membuat Jurnal Penutup?

Mengapa sebuah badan usaha perseorangan ataupun sebuah perusahaan harus membuat jurnal penutup, hal ini bertujuan untuk menutup semua akun yang berada pada perkiraan sementara, sehingga saldonya menjadi nol. Tujuannya ialah agar saldo pada akun modal menunjukkan kondisi yang sesungguhnya pada saat akhir periode.

Demikian ulasan tentang jawaban dari pertanyaan jelaskan ketentuan dalam membuat jurnal penutup, untuk menyelesaikan tugas pelajaran akuntansi atau ekonomi. Semoga tata cara di atas dapat dipahami dengan jelas. (ANG)