Konten dari Pengguna

Cara Melakukan Puasa Weton dan Manfaatnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Puasa Weton. Sumber: Hackensackmeridianhealth.org
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Puasa Weton. Sumber: Hackensackmeridianhealth.org

Puasa Weton merupakan sebuah tradisi dari kebudayaan Jawa. Dilansir dari beberapa sumber, Puasa Weton umumnya dilakukan untuk memperingati hari kelahiran seseorang. Puasa Wetona tau wetonan biasa dilakukan jika orang yang bersangkutan memiliki hajat atau keinginan yang dianggap penting dan ingin harapannya segera terwujud.

Ada beragam jenis Puasa Weton, yakni Wetonan sehari penuh, Wetonan tiga hari, dan Wetonan tiga hari (diulang tujuh kali).

  • Wetonan sehari penuh adalah puasa yang dijalankan selama sehari semalam atau 24 jam.

  • Wetonan tiga hari adalah puasa yang dilakukan selama tiga hari dengan hari kelahirannnya yang dijepit ditengah. Jadi, melakukan puasa satu sebelum hari kelahiran, saat hari kelahiran, dan satu hari setelah hari kelahiran.

  • Wetonan tiga hari (diulang tujuh kali) adalah puasa yang dilakukan setiap bulan (setiap siklus) selama tujuh bulan berturut-turut. Jenis puasa ini bisanya dilakukan jika ada keinginan jangka panjang yang benar-benar ingin diwujudkan dan sebagai penutupnya diadakan ritual sesaji atau syukuran.

Tata Cara dan Manfaat Puasa Weton

Cara melakukan Puasa Weton

  1. Sebelum puasa, berdoalah di luar rumah dengan menghadap ke arah timur.

  2. Setelah puasa, berdoalah kembali dengan ucapan syukur karena telah diberi kekuatan untuk melaksanakan puasa tersebut.

  3. Proses penutupan puasa adalah dengan mandi kembang tujuh rupa atau kembang setaman. Proses mandi dilakukan dengan cara mengguyur air dari kepala hingga kaki.

  4. Hidangkan makanan berupa tujuh macam jajanan pasar ketika berbuka. Siapkan juga bubur merah putih

Adapun manfaat dari Puasa Weton adalah meningkatkan kepekaan batin para pelakunya, media proteksi dari kesialan, dikabulkannya hajar pelakunya. Namun, perlu diingat bahwa ini adalah salah satu bentuk budaya Indonesia bukan ajaran dari agama tertentu. Sungguh kaya budaya kita, ya! (AA)