Cara Melestarikan Karya Seni Daerah untuk Anak Muda

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagaimana cara melestarikan karya seni daerah untuk anak muda? Anak muda sering dituntut untuk ikut melestarikan karya seni daerah. Lalu, apa jawabannya jika timbul pertanyaan bagaimana caranya?
Anak muda sangat diharapkan ikut berperan dalam dalam pelestarian karya seni daerah karena memiliki energi puncak, banyak ide segar dan diharapkan meneruskan ke generasi berikutnya lagi. Di tangan anak muda, beberapa inovasi menarik telah lahir antara lain festival, karnaval, familiarization trip dan sebagainya.
Baca juga: Mengenal Aktivitas Karya Seni dan Contohnya
Bagaimana Cara Melestarikan Karya Seni Daerah?
Keterlibatan anak muda dalam melestarikan karya seni daerah terutama karena fakta bahwa di era media sosial saat ini, konten-konten anak muda berpengaruh sangat luas dan cepat. Demi konten yang bagus, anak muda tak ragu untuk terjun hingga pelosok dan belajar dari sumbernya.
Berikut ini cara melestarikan karya seni daerah untuk anak muda yang patut dicontoh dan diapresiasi, yaitu:
Mempelopori desa wisata. Desa wisata yang mengintegrasikan karya seni dan wisata banyak terdapat di Yogyakarta. Sebagian besar desa wisata tersebut dipelopori oleh anak muda dengan menggerakkan seluruh potensi desa.
Berkompetisi, antara lain melalui Anugerah Desa Wisata yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Dalam ADWI tersebut ada kategori fashion dan kriya yang berbasis kearifan lokal.
Menghargai proses penciptaan karya seni. Hindari karya seni plagiat, apalagi yang asal murah.
Mengunggah konten karya seni ke media sosial dengan menambahkan informasi yang benar tentang karya seni tersebut.
Mengunjungi pusat atau tokoh karya seni. Jika dana terbatas, bisa ikut fam trip gratis yang bisa dipantau di akun media sosial dinas atau instansi yang berhubungan dengan pariwisata, kesenian dan kerajinan.
Ciri-ciri Karya Seni Daerah
Dikutip dari buku Mandiri Belajar Tematik SD/MI Kelas 5 Semester 2 yang ditulis oleh Ndaul Janah, karya seni daerah memiliki ciri-ciri:
Bersifat kedaerahan. Karya seni daerah tersebut telah ada di daerah tersebut secara turun temurun.
Dipengaruhi budaya dan latar belakang suatu wilayah. Ciri ini tampak dalam upacara adat, acara keagamaan, ritual dan sebagainya.
Corak dan motifnya dipengaruhi oleh kondisi fisik dan geografi suatu daerah. Contohnya gerabah di Kasongan yang didukung oleh kondisi tanah yang cocok untuk dibuat gerabah.
Banyak yang bisa diharapkan dari anak muda dalam pelestarian karya seni daerah. Yang diperlukan hanya kebebasan bagi anak muda untuk mengekspresikan atau mewujudkan ide-ide mereka. (LUS)
