Cara Membedakan Fakta dan Opini dalam Suatu Bacaan

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara membedakan fakta dan opini merupakan hal penting yang perlu diketahui secara umum. Dengan mengetahui bagaimana cara membedakan fakta dan opini, seseorang dapat mengetahui mengenai informasi fakta dan opini yang disajikan dalam suatu bacaan.
Salah satu cara membedakan fakta dan opini adalah dengan melihat data yang disajikan dalam suatu bacaan. Suatu bacaan mengandung fakta jika tercantum data konkrit berupa angka, sedangkan bacaan mengandung opini jika berisi tanggapan atau pandangan seseorang.
Cara Membedakan Fakta dan Opini
Mengutip buku berjudul Buku Siswa Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas 8, Heriyanto, S.Pd., M.Pd. (2021: 84), fakta adalah suatu hal atau peristiwa yang benar-benar ada dan terjadi.
Fakta juga dapat didefinisikan sebagai pernyataan yang tidak terbantahkan kebenarannya sebab memiliki dasar sumber yang kuat. Kebenaran fakta bersifat baku dan absolut.
Berbeda dengan fakta, opini adalah anggapan, pemikiran, dan perkiraan orang baik secara individu maupun kelompok. Namun begitu, opini bukan suatu yang diada-adakan atau berupa khayalan.
Berdasarkan pembahasan tersebut, dapat diketahui bahwa fakta dan opini adalah dua hal yang berbeda. Cara membedakan fakta dan opini dapat diketahui dengan memerhatikan poin-poin berikut ini.
Informasi yang disajikan dalam kalimat fakta dapat dibuktikan kebenarannya, sedangkan kalimat opini dapat berbeda karena dipengaruhi data pendukung atau konteks didalamnya
Kalimat fakta mengandung data yang bersifat kuantitatif atau angka dan kualitatif atau sebuah pernyataan, sedangkan opini bersifat subjektif dan bergantung pada kepentingan tertentu. Biasanya opini disertai dengan pendapat atau saran.
Kalimat fakta memiliki data yang akurat seperti keterangan waktu, tanggal, tempat dan peristiwa sedangkan kalimat opini cenderung memuat informasi yang belum memiliki pembuktian yang konkret
Kalimat fakta bersifat objektif dan menyertakan data yang sebenarnya dan tidak dibuat-buat sedangkan kalimat opini cenderung bersifat subjektif dan sesuai dengan pendapat seseorang.
Fakta bersumber dari berbagai narasumber yang terpercaya sedangkan kalimat opini tidak berasal dari narasumber.
Penalaran fakta secara induktif sedangkan penalaran opini dilakukan secara deduktif
Kalimat fakta berisi informasi yang mencakup 5W + 1H, sedangkan kalimat opini berisi pandangan seseorang terkait suatu fenomena yang belum pasti terjadi atau yang mungkin terjadi.
Kalimat fakta disampaikan dengan apa adanya dan secara deskriptif sedangkan pendapat disampaikan secara persuasif atau argumentatif
Baca juga: 10 Contoh Kalimat Fakta dalam Materi Bahasa Indonesia
Dengan memahami bagaimana cara membedakan fakta dan opini, pembaca dapat mengetahui isi bacaan dan menentukan pernyataan fakta atau opini dalam suatu bacaan. (DAP)
