Konten dari Pengguna

Cara Membuat geguritan Bahasa Jawa Lengkap dengan Contohnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

Ā·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi geguritan bahasa Jawa. Foto: unsplash.com/@fatalish11
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi geguritan bahasa Jawa. Foto: unsplash.com/@fatalish11

Dalam suku Jawa, terdapat sebuah karya sastra puisi yang dinamakan sebagai geguritan. Karya sastra yang satu ini sudah ada sejak zaman dahulu kala. Berikut cara membuat geguritan bahasa Jawa secara benar lengkap dengan contohnya.

Cara Membuat Geguritan Bahasa Jawa

Dikutip dari buku Antologi Geguritan, Tresna lan Kuciwa oleh PBSD UNS 2019 (2020:8), geguritan merupakan bentuk karya sastra yang mengungkapkan perasaan serta pikiran pengarang melalui daya imajinatif dan dibentuk dengan cara maupun seluruh kekuatan bahasa pada struktur fisik maupun struktur batin.

Pada awalnya, geguritan tidak seperti saat ini. Bentuk awal geguritan sendiri berupa nyanyian dengan sajak tertentu yang berkembang di tanah Jawa dan Bali, di mana geguritan sering digunakan sebagai cara untuk mengungkapkan perasaan senang maupun sedih.

Dalam membuat sebuah geguritan, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, di antaranya:

  • Jumlah gatra (baris) tidak tetap

  • Setiap gatra terdiri dari 8 wanda (suku kata)

  • Bunyi pada akhir kata bersuara sama (a,b,a,b)

Adapun cara yang perlu diperhatikan dalam membuat geguritan bahasa Jawa yakni:

1. Tentukan Tema

Dalam membuat sebuah geguritan, hal yang pertama perlu kamu lakukan adalah menentukan tema. Tujuannya adalah memperjelas dan dan mempermudah. Tanpa tema, kamu akan kesulitan dan tidak jelas maksud geguritan.

2. Gaya Bahasa/Majas

Geguritan tanpa majas bagaikan sayur tanpa garam. Terdapat beberapa majas yang bisa kamu gunakan, misalnya hiperbola, personifikasi, metafora, dan lainnya.

3. Bait, Irama, dan Rima

Walaupun pada geguritan modern tidak terlalu memperhatikan adanya bait, irama, dan rima, namun alangkah baiknya dalam pemilihan kata menggunakan unsur tersebut, sehingga sedap untuk dibaca dan menarik perharian pembaca.

Ilustrasi geguritan. Foto: unsplash.com/@farhanabas

Contoh Geguritan Bahasa Jawa

Adapun contoh geguritan bahasa Jawa yang dikutip dari buku Untaian Kidung Sukma: Kumpulan Puisi Bahasa Jawa karya Dewi Nurhidayanti, S.Pd. (2019:43):

Kanggo Konco

Mbiyen, tanganmu gegem tanganku

Mbiyen, pundakmu enten ndamel aku nangis

Mbiyen, esemanmu nentremake atiku

Nanging sakniki…

Pundak, tangan lan guyumu ilang sangking uripku

Konco-koncoku kabeh, bayangana

Apa sejatine kahanan sakjeroning dunyo

Yen ora ana welas lan ora ono asih

Ora ana uga kekancan tanpo pamrih

Ing sakjeroning atiku

Aku ngerasakne kepingin ngamuk pas waktu

Kanco lan koncoku

Elingo rasa manahku iki

Jagane rasaning welas lan asih iki

Itulah cara membuat geguritan bahasa Jawa secara benar beserta dengan contohnya. Sekarang giliranmu untuk membuatnya. Selamat belajar! (MZM)