Cara Membuat Teks Pidato Lucu yang Tidak Garing

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagaimana cara membuat teks pidato lucu yang gak garing? Yuk, simak pembahasan tentang teks pidato lucu berikut sebelum mulai berpidato!
Teks Pidato Lucu
Teks pidato adalah istilah yang terdiri dari dua kata. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti teks adalah naskah yang berupa kata-kata asli dari pengarang. Kemudian arti pidato adalah pengungkapan pikiran dalam bentuk kata-kata yang ditujukan kepada orang banyak.
Berdasarkan pengertian tersebut dapat dipahami bahwa teks pidato adalah naskah yang berisi tentang ungkapan pikiran yang akan disampaikan kepada orang banyak. Adapun pengertian dari teks pidato lucu adalah teks pidato yang memuat pembahasan lucu atau dibahas secara lucu.
Relatifnya Makna Lucu
Menurut Bahasa Indonesia, lucu artinya adalah menggelikan hati, menimbulkan tertawa, atau jenaka. Anda tentu setuju bahwa konsep atau makna lucu itu relatif. Pasalnya, lucu bagi kita belum tentu lucu bagi orang lain. Demikian pula sebaliknya. Namun, pada konteks membuat teks pidato lucu kita dapat mengupayakan bahwa pidato yang kita sampaikan memiliki sisi lucu sesuai dengan persepsi lucu bagi banyak orang. Bagaimana caranya?
Cara Membuat Teks Pidato Lucu
Cara membuat teks pidato lucu adalah dengan membuat punchline yang pas. Punchline merupakan istilah yang akrab bagi penyiar radio atau komika. Menurut Cambridge Dictionary, arti dari punchline adalah the last part of a story or a joke that explains the meaning of what has happened previously or makes it funny.
Darminto M Sudarmo (2021: 120) dalam buku Humor Quotient – Kecerdasan Humor menjelaskan bahwa punchline merupakan membangun suasana lelucon leat deskripsi yang seakan menggantung dan membuat audiens meraba-raba, tapi pada kalimat akhir, tiba pada kesimpulan yang membuat audiens tersentak kaget lalu tertawa terbahak-bahak. Nah, inilah yang perlu dipelajari untuk membuat teks pidato lucu.
Pahami khalayak yang akan mendengarkan pidato Anda baik kebiasaannya, usianya, jenis kelamin, hingga ketertarikannya.
Bangun cerita atau narasi yang akrab dengan khalayak Anda.
Gunakan bahasa yang relevan dengan khalayak Anda.
Gunakan kemampuan bermain intonasi, gerak tubuh, dan ekspresi wajah ketika berpidato.
Selamat mencoba membuat punchline dalam teks pidato. Pastikan pesannya sampai ke khalayak, ya! Semoga berhasil. (AA)
