Cara Menampilkan Seni Tari Berpasangan Agar Tampak Serasi

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tari berpasangan merupakan bagian dari seni tari pertunjukan yang sangat menarik sekaligus menantang. Pasangan tari dituntut untuk bergerak dan bersinergi dengan serasi. Padahal seringkali pasangan tari tersebut bukanlah pasangan di kehidupan nyata. Bagaimana cara menampilkan tari berpasangan agar tampak serasi?
Pengertian Seni Tari Berpasangan
Dalam buku Seni Tari untuk SMPT/MTS kelas VII-IX (2010) yang disusun oleh Ari Subekti dan Budiawan serta diterbitkan oleh Kemdikbud melalui program BSE disebutkan bahwa tari berpasangan adalah bentuk karya tari yang diciptakan untuk diperagakan secara berpasangan. Berpasangan ini tidak harus antara laki-laki dan perempuan, tapi bisa juga dipersembahkan oleh 2 laki-laki atau 2 perempuan. Tari berpasangan antara laki-laki dan perempuan sering ditampilkan untuk meramaikan acara pernikahan.
Tari berpasangan tidak hanya disajikan oleh 2 orang tapi juga beberapa pasangan dalam satu kelompok. Ini sering ditampilkan di pembukaan-pembukaan acara resmi. Tema tari berpasangan dalam kelompok lebih beragam dan biasanya lebih ceria.
Contoh tari tradisional berpasangan adalah:
Tari Bambangan Cakil, ditarikan 2 laki-laki yang berperan sebagai Arjuna dan Buto Cakil.
Tari Srikandi Mustokoweni , ditarikan 2 perempuan yang berperan sebagai Srikandi dan Mustokoweni.
Tari Karonsih, ditarikan laki-laki dan perempuan yang berperan sebagai Panji Asmoro Bangun dan Dewi Sekartaji.
Tari Serampang 12, ditarikan beberapa pasangan dalam satu kelompok.
Baca juga: Contoh Tari Berpasangan di Indonesia
Cara Menampilkan Tari Berpasangan Agar Tampak Serasi
Cara menampilkan tari berpasangan agar tampak serasi adalah sebagai berikut:
Pasangan tari harus bisa menyesuaikan kekuatan ekspresi satu dengan yangi lain. Jadi, tidak boleh terlihat lebih menonjol dibandingkan dengan pasangan.
Kedua penari harus bisa bekerjasama meski di dunia nyata bukan merupakan pasangan atau sahabat akrab. Sebaiknya jika sudah ada penugasan untuk menari bersama, pasangan tersebut meluangkan waktu untuk membangun rasa saling percaya.
Memiliki pemahaman yang sama terhadap karya tari yang akan ditampilkan. Pemahaman ini harus didiskusikan bersama pengarah tari atau dicari bersama-sama agar tidak mengikuti keyakinan masing-masing sehingga menimbulkan ekspresi yang berbeda.
Memiliki penghayatan yang sama terhadap interpretasi tari yang dibawakan. Penghayatan yang tidak sama akan menimbulkan kesan yang tidak penuh atau tidak maksimal terhadap tarian tersebut.
Menyatukan 2 manusia dalam satu tarian agar mengalir dengan serasi memang tidak mudah. Karena itu penari membutuhkan latihan panjang, motivasi dan saling menghargai satu dengan yang lain agar penampilan tari berpasangan yang serasi bisa tercapai. (LUS)
Baca juga: Istilah bagi Orang yang Biasa Menata Tari
