Cara Menentukan Amanat Pantun dalam Bahasa Indonesia

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pantun adalah salah satu karya sastra lama dalam bahasa Indonesia. Layaknya karya sastra pada umumnya, pantun memiliki amanat. Lalu, bagaimana cara menentukan amanat pantun?
Cara tersebut sebenarnya cukup mudah. Namun, hal tersebut belum tentu dirasakan oleh orang-orang yang masih awam dengan pantun. Itulah mengapa diperlukan pembahasan mengenai tata caranya agar mudah dimengerti.
Cara Menentukan Amanat Pantun
Mengutip buku Kerongsang (500 Pantun Warisan), Rendra Setyadiharja, dkk (2021: 5), Kamus Bahasa Melayu Nusantara (2023) menjelaskan bahwa pantun ialah sejenis peribahasa yang digunakan sebagai sindiran.
Sebagai karya sastra, pantun pun mempunyai amanat. Amanat ini merupakan inti dari pantun sehingga bisa diambil hikmahnya. Lantas, bagaimana cara menentukan amanat pantun? Inilah langkah-langkah yang diperlukan.
1. Baca Pantun
Hal pertama yang bisa dilakukan adalah membaca pantun secara keseluruhan dulu. Artinya, bait sampiran serta isi harus diketahui dengan baik terlebih dahulu.
2. Perhatikan Isi
Pantun umumnya memiliki empat bait. Bait ketiga dan keempat sendiri merupakan isi dari pantun. Jadi setelah membacanya secara keseluruhan, maka kedua bait tersebut bisa diperhatikan.
3. Menentukan Amanat
Setelah memperhatikan isi, amanat pantun bisa ditentukan dari isi tersebut. Lalu, beberapa amanat ini bisa dijadikan pelajaran di kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Pengertian, Ciri, dan Jenis Puisi Rakyat dalam Sastra Bahasa Indonesia
Contoh Menentukan Amanat Pantun
Supaya lebih memahminya, maka diperlukan contoh untuk menentukan amanat dalam karya sastra ini. Berikut salah satunya yang dilengkapi contoh pantun dari buku Kumpulan Pantun untuk SD - SMP, Inur Hidayati (2008: 11-12).
Pantun
Tujuh hari dalam hutan,
Air tak minum, nasi tak makan,
Sehari tiada pandang tuan,
Rasanya surut tubuh di badan
Cara Menentukannya
Baca pantun secara keseluruhan dari bait pertama yang berbunyi “Tujuh hari dalam hutan” hingga bait terakhir yang berbunyi “Rasanya surut tubuh di badan.”
Lalu, perhatikan isi pantun pada bait ketiga dan keempat yang berbunyi “Sehari tiada pandang tuan” serta “Rasanya surut tubuh di badan”
Tentukan amanat dari kedua bait tersebut
Dari cara di atas dapat diketahui bahwa amanat dari pantun ini adalah rasa rindu jika tak bertemu dengan seseorang yang dicintai sehari saja. Hal ini dapat dilihat pada kedua bait terakhir yang menyiratkan amanat tersebut.
Itulah cara menentukan amanat pantun dalam bahasa Indonesia. Semoga bisa membantu dalam memahami karya sastra Melayu ini. (LOV)
