Cara Mengeringkan Ari-Ari Kucing agar Tidak Bau Bangkai

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagaimana cara mengeringkan ari-ari kucing agar tidak bau bangkai? Inilah cara mengeringkan ari-ari kucing yang dapat Anda coba. Simak penjelasan berikut hingga tuntas agar tidak salah kaprah.
Cara Mengeringkan Ari-Ari Kucing
Pencarian tentang cara mengeringkan ari-ari kucing biasanya dicari untuk kenang-kenangan kelahiran anak kucing dari hewan peliharaan. Namun, ada pula yang ingin mengeringkan ari-ari kucing sebagai barang keberuntungan.
Perlu dipahami bahwa sejatinya keberuntungan itu tidak bergantung pada benda, barang, atau hal fisik lainnya. Keberuntungan akan selalu menghampiri setiap manusia yang yakin atas Penciptanya dan selalu berpikir positif terhadap yang sedang ia kerjakan. Jadi, sebaiknya tidak bergantung pada benda lain termasuk ari-ari kucing.
Cara mengeringkan ari-ari kucing berikut ini dapat Anda coba bila ingin mengabadikan momen kelahiran anak dari kucing peliharaan. Setiap pecinta kucing tentu ingin mengabadikan momen-momen berharga dari si Manis bukan?
Berikut cara yang dapat Anda coba untuk mengabadikan momen berharga si Manis.
Cuci bersih ari-ari kucing. Kemudian, berikan perasan jeruk nipis, asam jawa, serta garam untuk mengurangi aroma amis. Selanjutnya, Anda dapat membiarkannya di tempat terbuka hingga kering dalam waktu 10 – 14 hari.
Membuat makam atau kuburan khusus yang ditandai. Selain mengabadikan ari-ari kucing dengan mengeringkannya, Anda juga bisa membuat kuburan khusus ari-ari kucing. Cara ini tentu akan membuat Anda dapat mengenang momen berharga si Manis dengan lebih mudah dan baik.
Namun, sebaiknya Anda tidak mengambil serta mengeringkan ari-ari kucing. Mengapa demikian?
Penting! Waspadai Risiko Mengambil atau Mengeringkan Ari-Ari Kucing
Mengambil atau mengeringkan ari-ari kucing pasca induk melahirkan, tidak disarankan. Pasalnya, ari-ari kucing adalah hal berharga bagi induknya.
1. Induk Kucing Kehilangan Sumber Nutrisinya
Pasca proses persalinan yang melelahkan, induk kucing memerlukan banyak energi untuk mengganti energi yang hilang. Oleh sebab itu, secara naluri, induk kucing akan memakan setiap plasenta atau ari-ari kucing yang keluar.
Plasenta kucing ini memiliki banyak kandungan gizi yang baik bagi induk kucing. Selain itu, nutrisi pada plasenta kucing juga dibutuhkan induk kucing untuk dapat memproduksi air susu.
2. Membuat Kucing Stress
Kucing adalah makhluk hidup yang juga dapat mengalami stress. Dilansir dari vcahospitals.com, diketahui bahwa setiap kali anak kucing lahir, induk akan merobek selaput dan membersihkan area mulut serta hidung anak kucing.
Selain itu, induk juga akan menggigit tali pusar kemudian memakan sisanya. Mengambil ari-ari kucing memiliki risiko mengganggu kenyamanan induk saat melahirkan. Muhammad A. Suwed dalam buku Membiakkan Kucing Hias menjelaskan bahwa kucing kampung betina memiliki insting ketika melahirkan anaknya. Kucing akan mencari tempat bersembunyi yang aman dan nyaman. Jadi, sebaiknya kita tidak mengganggu kenyamanan kucing, ya!
3. Ruangan akan Menjadi Bau
Selain risiko mengganggu nutrisi dan kenyamanan kucing, menyimpan atau mengeringkan ari-ari kucing juga dapat menimbulkan risiko ruangan menjadi bau. Walaupun sudah dibersihkan, ari-ari kucing juga tetap bisa menimbulkan aroma tak sedap bahkan bau bangkai. Hal tersebut mungkin saja terjadi karena setiap jaringan makhluk hidup memang akan mengalami pembusukan.
Kita tidak mau membuat kucing stress dan mengalami kurang nutrisi bukan? Jadi, pastikan jangan mengambil ari-ari kucing saat induk sedang melahirkan.
Bila induk kucing sengaja tidak memakannya setelah satu hari melahirkan maka Anda sudah boleh menguburnya. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter hewan untuk mendapatkan pemeriksaan yang tepat tentang anak dan induk kucing, ya! (AA)
