Konten dari Pengguna

Cara Menghadapi Pluralitas Budaya Bangsa yang Baik

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pluralitas Budaya Bangsa Sebaiknya Disikapi dengan. (Foto: innokurnia by https://pixabay.com/id/)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pluralitas Budaya Bangsa Sebaiknya Disikapi dengan. (Foto: innokurnia by https://pixabay.com/id/)

Indonesia terkenal dengan kekayaan budaya yang beragam dan unik. Keragaman dan keunikan budaya ini telah menarik minat wisatawan baik dari dalam maupun mancanegara. Budaya tersebut menjadi warisan berharga dari para leluhur bangsa yang hingga kini tetap terjaga. Adapun suku dan budaya yang ada di Indonesia tersebar dari Sabang hingga Merauke. Oleh karena itu, semua elemen bangsa berkewajiban untuk menghargai dan melestarikannya. Penghargaan dan pelestarian budaya hanya akan dapat dilakukan jika semua elemen bangsa paham akan keunikan dan keragaman budaya Nusantara. Pluralitas budaya bangsa sebaiknya disikapi dengan meyakini dan menerima bahwa Indonesia adalah negara dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika.

Pluralitas Budaya Bangsa Sebaiknya Disikapi dengan Apa?

Ilustrasi Menghadapi Pluralitas Budaya Bangsa. (Foto: Christopher1710 by https://pixabay.com/id/)

Indonesia memiliki suku dan budaya yang begitu beragam. Dikutip dari buku Dialektika Islam dan Budaya Nusantara yang ditulis oleh Suprapto (2020: v), keragaman budaya tersebut merupakan warisan berharga dari para leluhur bangsa yang hingga kini tetap terjaga. Pluralitas budaya bangsa sebaiknya disikapi dengan meyakini dan menerima bahwa Indonesia adalah negara dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika. Berikut adalah contoh sikap dalam menghadapi pluralisme:

  • Menghormati setiap individu tanpa melihat latar belakangnya. Sikap saling menghargai satu sama lain sangat penting diterapkan untuk mencegah terjadinya diskriminasi.

  • Bersikap terbuka terhadap perbedaan yang ada. Hal tersebut bisa diartikan apabila tiap individu hendak bersikap terbuka atau menerima perbedaan yang ada dan tidak menutup diri.

  • Tidak memaksakan kehendak, yang mana seorang individu tidak memaksa orang lain untuk melakukan suatu hal yang bertentangan dengan kepercayaan orang lain. Misalnya, memaksakan orang lain untuk memeluk agama yang kita peluk.

  • Sikap saling membantu tanpa memperhatikan perbedaan yang ada, juga hendaknya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

  • Tidak mengejek keyakinan, agama, ras, maupun budaya lain sebagai masyarakat yang hidup di tengah kemajemukan, sudah seharusnya kita tidak mengejek orang lain atas perbedaan yang ada.

Perlu diingat, pluralitas budaya bangsa sebaiknya disikapi dengan cara meyakini dan menerima bahwa Indonesia adalah negara dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika. Semoga informasi di atas bermanfaat! (CHL)