Cara Menghitung Jangka Sorong beserta Contohnya

Penulis kumparan
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saat hendak mengukur panjang dari suatu objek, ada 3 macam alat ukur yang umum digunakan, yaitu: mistar atau penggaris, jangka sorong, dan mikrometer sekrup. Cara menghitung jangka sorong berbeda dengan mistar dan mikrometer sekrup. Alat yang diciptakan oleh ilmuwan asal Prancis yang bernama Pierre Vernier ini memiliki nama lain vernier caliper. Ralat pembacaan dari jangka sorong bernilai ± 0.05 mm, yang berarti 10 kali lebih akurat daripada mistar yang hanya bernilai ralat ± 0.5 mm.
Dilansir dari buku IPA FISIKA : - Jilid 1, Mikrajuddin Abdullah (2004: 42-43), jangka sorong mampu mengukur panjang sampai ketelitian 0,1 mm. Jangka sorong memiliki 2 skala, yaitu:
Skala pertama yang terletak di rahang utama jangka sorong merupakan skala tetap.
Skala kedua yang terletak di rahang yang bergerak merupakan skala nonius atau skala vernier.
Jangka sorong mempunyai 2 fungsi pengukuran yaitu:
Mengukur panjang sisi luar dari suatu objek, seperti diameter dari kawat atau ketebalan dari pelat logam
Mengukur panjang sisi dalam dari suatu objek, seperti diameter dari rongga pipa atau suatu lubang
Bagian Jangka Sorong
Rahang atas jangka sorong untuk mengukur diameter dari suatu objek
Pengunci rahang supaya rahang tidak bergerak
Skala utama untuk membaca nilai ukur
Tangkai jangka sorong untuk mengukur kedalaman dari suatu objek
Rahang bawah untuk mengukur panjang suatu objek dari luar
Skala nonius untuk membaca nilai ukur
Roda penggerak untuk menggerakkan rahang perlahan-lahan
Cara Menghitung Jangka Sorong
Ada 2 skala di jangka sorong, yaitu: skala utama yang bernilai cm dan skala nonius yang bernilai 1/10 mm.
Lihat angka 0 di skala nonius. Garis di skala utama yang ada tepat di belakang angka 0 di skala nonius merupakan nilai ukur dari skala utamanya.
Usai mendapatkan nilai ukur dari skala utama, tentukan garis yang berhimpitan di antara skala utama dengan skala nonius untuk membaca juga nilai ukur dari skala nonius. Garis yang berhimpitan di skala nonius adalah nilai ukur dari skala noniusnya.
Jumlahkan hasil nilai ukur dari skala utama dan nilai ukur dari skala noniusnya auntuk mendapatkan panjang objek.
Contoh Soal dan Penyelesaian
Nilai dari skala utama jangka sorong adalah 5, sedangkan dari skala nonius adalah 8. Tentukan hasil pengukuran itu di dalam cm!
Jawaban:
Skala utama = 5 cm
Skala nonius = 0,8 mm = 0,08 cm
Hasil pengukuran = 5 cm + 0,08 cm = 5,08 cm
Demikianlah cara menghitung jangka sorong. Selamat belajar! (BR)
