Konten dari Pengguna

Cara Mengikat Sapi Kurban agar Tidak Bangun setelah Dimiringkan

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Mengikat Sapi Kurban. Sumber: Unsplash/David Dolenc
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Mengikat Sapi Kurban. Sumber: Unsplash/David Dolenc

Cara mengikat sapi kurban agar tidak bangun lagi setelah dimiringkan, ternyata ada trik tersendiri. Trik tersebut adalah menggunakan metode Surop (Supriyanto Rope Casting). Metode tersebut merupakan modifikasi dari Rope Squeeze Casting.

Letak perbedaan antara metode Surop dengan Rope Squeeze Casting adalah jumlah simpulnya. Rope Squeeze Casting hanya sekali menyimpul tali, sedangkan Surop menggunakan simpul ganda dan simpul mati.

Cara Mengikat Sapi Kurban agar Tidak Bangun Lagi

Ilustrasi Cara Mengikat Sapi Kurban. Sumber: Unsplash/Wolfgang Hasselmann

Hewan untuk kurban harus diperlakukan sebaik mungkin guna menjaga kesehatannya. Hal itu dikarenakan beberapa syarat hewan kurban dalam ajaran Islam adalah sehat, tidak terlalu kurus, dan tidak cacat.

Orang yang melaksanakan kurban, termasuk panitia kurban harus menjaga kesehatan tersebut. Jika hewan tiba-tiba tidak sehat (sakit) atau cacat sebelum disembelih, hewan tidak bisa menjadi hewan kurban. Wallahu a’lam bishawab.

Kondisi itu membuat cara mengikat sapi kurban pun harus diketahui oleh masyarakat, terutama panitia kurban. Cara tersebut penting untuk diketahui agar mencegah sapi sakit, cedera, atau cacat saat diikat.

Salah satu cara untuk mengikat sapi kurban supaya tidak mudah bangun lagi setelah dimiringkan secara perlahan adalah menggunakan metode Surop. Surop merupakan akronim dari Supriyanto Rope Casting.

Dikutip dari buku Teknik Pemotongan Hewan Kurban, Supriyanto (2021: 65), metode Surop merupakan modifikasi simpul dari Rope Squeeze Casting dan cukup efektif diterapkan pada sapi jenis PO dan persilangan simmental PO.

Metode Surop menggunakan simpul ganda dan simpul mati sehingga diharapkan tali mengikat bagian dada dan perut dengan kencang. Jadi, sapi tidak akan mudah terbangun lagi.

Syarat Hewan Kurban yang Harus Dipenuhi

Ilustrasi Cara Mengikat Sapi Kurban. Sumber: Unsplash/Daniel Quiceno M

Setelah mengetahui adanya cara untuk mengikat sapi kurban, jelas bahwa perlakuan terhadap hewan kurban tidak bisa sembarangan. Manusia harus memperlakukannya dengan baik karena syarat hewan kurban dalam ajaran Islam begitu ketat dan jelas.

Dikutip dari buku Fikih Madrasah Tsanawiyah Kelas IX, Ahyar dan Ahmad (2021: 22), syarat-syarat hewan kurban, antara lain:

  • Hewan yang diperbolehkan untuk kurban adalah hewan ternak, seperti sapi, kerbau, kambing, dan domba.

  • Hewan kurban harus sehat, tidak terlalu kurus, dan tidak cacat.

  • Hewan kurban harus cukup umur.

Baca juga: Kapan Kurban Dilaksanakan? Ini Penjelasannya sesuai Syariat Islam

Demikian jelas bahwa salah satu cara mengikat sapi kurban agar tidak bangun lagi setelah dimiringkan adalah menggunakan metode Surop. Setiap orang yang hendak berkurban perlu mengetahui dan menjaga syarat hewan kurban tetap terpenuhi dengan baik. (AA)