Cara Menunjukkan Angka Desimal pada Jangka Sorong Metrik dan Aturan Pentingnya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mistar sorong atau jangka sorong termasuk dalam alat ukur presisi. Cara menunjukkan angka desimal pada jangka sorong metrik harus diketahui untuk dapat memaksimalkan penggunaannya.
Jangka sorong dapat digunakan dengan mudah dalam menghitung panjang suatu benda. Sedangkan metrik (metric scale) merupakan skala baku yang digunakan internasional dalam bentuk satuan cm atau mm.
Cara Menunjukkan Angka Desimal pada Jangka Sorong Metrik dengan Mudah
Jangka sorong memiliki ketelitian 0,1 mm atau 0,01 cm. Cara menunjukkan angka desimal pada jangka sorong metrik adalah sebagai berikut.
Sebelumnya perlu diketahui bahwa jangka sorong memiliki dua skala, yaitu skala utama dan skala nonius.
1. Skala Utama
Skala utama adalah skala yang tertera pada rahang tetap, dibaca mulai dari angka 0 pada rahang tetap sampai skala atau angka didepan skala 0 pada skala nonius (rahang geser).
2. Skala Nonius
Skala nonius adalah skala yang terbaca pada rahang geser. Carilah skala nonius yang berimpit (segaris lurus) dengan skala utama, kemudian dikalikan dengan skala terkecil (nonius) jangka sorong.
Hasil perkalian umumnya akan langsung menunjukkan angka desimal sebagai nilai skala terkecil.
Aturan Angka Penting pada Jangka Sorong Metrik
Angka penting merupakan semua angka yang diperoleh dari hasil pengukuran, termasuk angka terakhir yang ditaksirkan. Banyak angka penting yang ditulis untuk menunjukkan tingkat ketelitian suatu hasil pengukuran.
Dikutip dari buku Sukses UN 2019 SMA/MA Fisika, Tim Ganesha Operation (2018:4), peraturan mengenai angka penting adalah sebagai berikut.
1. Semua angka bukan nol adalah angka penting. Contohnya:
123,4 cm mengandung empat angka penting
43,756 kg mengandung lima angka penting
2. Angka nol yang terletak di antara dua angka bukan nol adalah angka penting. Contohnya:
3,08 sekon mengandung tiga angka penting
50,09 meter mengandung empat angka penting
3. Angka nol yang terletak di kanan angka bukan nol termasuk angka penting. Contohnya:
200 gram mengandung tiga angka penting
71,50 cm mengandung empat angka penting
4. Angka nol yang terletak di kiri angka bukan nol, baik di kiri maupun di kanan koma desimal, bukan angka penting. Contohnya:
0,21 sekon mengandung dua angka penting
0,008 kg mengandung satu angka penting
Baca juga: Kegunaan Jangka Sorong dari Setiap Bagian-bagiannya
Demikian cara menunjukkan angka desimal pada jangka sorong metrik. Setelah menguasai penggunaannya, siswa dapat mempelajari alat ukur panjang lainnya dalam Matematika. (DK)
