Konten dari Pengguna

Cara Menyusun Rencana Keuangan untuk Membeli Asuransi Jiwa

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi menyusun rencana keuangan untuk membeli asuransi jiwa. Foto: Pixabay/geralt
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menyusun rencana keuangan untuk membeli asuransi jiwa. Foto: Pixabay/geralt

Ada banyak hal yang terduga dalam hidup, baik itu baik atau buruk. Untuk menghadapi hal tersebut, asuransi jiwa sangat dibutuhkan. Akan tetapi, banyak yang masih kesulitan dalam menyusun rencana keuangan untuk membeli asuransi jiwa.

Hal ini tak terlepas dari pendapatan yang pas-pasan ataupun kurangnya pemahaman tentang pentingnya asuransi jiwa. Maka dari itu, diperlukan cara yang cermat dalam mengelola keuangan untuk bisa membeli asuransi jiwa tanpa banyak berdampak pada pengeluaran keluarga.

Pengertian dan Jenis-Jenis Asuransi Jiwa

Ilustrasi menyusun rencana keuangan untuk membeli asuransi jiwa. Foto: Pexels/Ahsanjaya

Dikutip dari buku Bank & Lembaga Keuangan Syariah, Dr. Andri Soemitra, M.A. (2017), asuransi jiwa adalah jasa yang memberikan dalam penanggulangan risiko yang dikaitkan dengan jiwa atau meninggalnya seseorang yang diasuransikan.

Asuransi jiwa merupakan suatu bentuk kerja sama antara orang-orang yang ingin menghindarkan atau minimal mengurangi risiko yang diakibatkan oleh risiko kematian, risiko hari tua, dan risiko kecelakaan.

Asuransi jiwa sendiri terbagi menjadi beberapa macam, antara lain sebagai berikut.

  1. Asuransi jiwa biasa, yaitu asuransi yang diperuntukkan bagi perorangan yang umum dipasarkan oleh perusahaan asuransi jiwa.

  2. Asuransi rakyat, yaitu asuransi yang diperuntukkan bagi masyarakat yang berpenghasilan kecil (buruh, nelayan, karyawan rendah, dan sebagainya).

  3. Asuransi kumpulan, yaitu asuransi yang diperuntukkan bagi pegawai pemerintah/swasta, para buruh yang jumlahnya lebih dari 3 orang.

  4. Asuransi dunia usaha, yaitu asuransi yang diperuntukkan bagi pejabat dan karyawan perusahaan negara maupun swasta dan pemilik perusahaan.

  5. Asuransi orang muda, yaitu asuransi yang diperuntukkan bagi orang-orang muda yang telah mempunyai penghasilan.

  6. Asuransi keluarga, yaitu asuransi yang ditujukan untuk memberikan ketentraman kehidupan ekonomi keluarga.

Menyusun Rencana Keuangan untuk Membeli Asuransi Jiwa

Asuransi Jiwa. Sumber: pexels.com

Lalu, bagaimana dengan cara menyusun rencana keuangan untuk membeli asuransi jiwa?

1. Tentukan Batas Maksimal Pengeluaran

Setiap orang memiliki pengeluaran yang berbeda. Apabila pengeluaran lebih besar daripada pendapatan, maka harus diperbaiki agar tidak menghasilkan banyak utang.

Maka dari itu, tentukan batas maksimal pengeluaran, seperti tagihan, kebutuhan pribadi, keluarga, menabung, dan lainnya. Selain itu, sisihkan juga dana untuk membayar premi asuransi jiwa.

2. Buat Rekening Khusus

Sebaiknya membuat rekening khusus untuk gaji dan juga tabungan. Tujuannya agar anggaran tidak habis, terutama jika ada sisa. Selain itu, rekening yang berbeda bertujuan untuk membagi khusus antara uang untuk kebutuhan sehari-hari dan tabungan.

Apabila rekening tabungan sudah cukup, maka tidak ada salahnya untuk membeli asuransi jiwa.

3. Buat Dana Darurat

Terkadang beberapa hal terjadi secara tak terduga, seperti jatuh sakit, renovasi rumah yang tiba-tiba rusak hingga seperti padanya pandemi. Maka dari itu, sebaiknya menyisihkan uang khusus untuk hal darurat.

Apabila dirasa dana darurat sudah mencapai angka cukup bisa digunakan untuk membeli asuransi jiwa. Jika sudah memilikinya, dana darurat tersebut bisa untuk membayar premi asuransi jiwa.

Baca Juga: 6 Manfaat Memiliki Asuransi dalam Perencanaan Keuangan

Itulah penjelasan tentang cara menyusun rencana keuangan untuk membeli asuransi jiwa. Semoga penjelasan di atas bermanfaat baik untuk membeli atau sekadar mempersiapkan tabungan di sebagai dana darurat. (MZM)