Konten dari Pengguna

Cara Merawat Anak Kucing Menurut Dokter Hewan

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara merawat anak kucing menurut dokter hewan sumber: pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara merawat anak kucing menurut dokter hewan sumber: pixabay.com

Merawat anak kucing yang kita pelihara memang tidak boleh dianggap sepele. Anak kucing yang baru lahir memerlukan perhatian khusus dalam perawatannya. Bahkan kegiatan merawat anak kucing yang kita pelihara sejak kecil, merupakan kegiatan yang ternyata dapat membentuk ikatan khusus.

Kita perlu memiliki pengetahuan dasar agar dapat merawatnya sesuai kebutuhan usia anak kucing. Berikut tips merawat anak kucing dari Drh Puspasari Respatinigtyas dalam bukunya yang berjudul Panduan Lengkap Merawat Anak Kucing.

Yuk simak cara merawat anak kucing menurut dokter hewan agar tetap sehat dan menggemaskan.

Ilustrasi Cara merawat anak kucing menurut dokter hewan sumber: pixabay.com

Cara Merawat Anak Kucing Menurut Dokter Hewan

1. Pemberian susu, penting bagi pertumbuhan anak kucing

Seperti halnya bayi manusia, anak kucing juga asupan utamanya berasal dari Air Susu ibu (ASI) indukannya. Jika tidak diberikan ASI akan banyak mengalami rentan kedinginan, rentan infeksi, tidak mendapatkan maternal antibody bahkan juga rentan kematian.

Namun, jika anak kucing pisah dari induknya, maka harus diberikan susu pengganti. Dalam merawatnya, kita harus memperhatikan jadwal pemberian susu.

-Usia 0-1 minggu 2-4 ml setiap 2-3 jam

-Usia 2 minggu 5-6 ml setiap 3-4 jam

-Usia 3 minggu 8-10 ml setiap 5 jam

-Usia 4 minggu 10-15 ml setiap 6 jam

Jumlah susu pengganti yang dibuat tentunya sebanding dengan jumlah kucing dan jumlah pemberiannya. Usahakan dalam takaran yang pas agar susu tidak terbuang.

Perbandingan yang baik antara susu dan air hangat yaitu 1 bagian susu, 2 bagian air hangat. Pastikan posisi saat menyusui seperti saat anak kucing menyusui pada induknya. Posisikan kepalanya dengan kemiringan 45 derajat. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya aspirasi susu ke paru-paru, yang akan menyebabkan sesak nafas bahkaninfeksi paru.

2. Perhatikan usia anak kucing

Merawat anak kucing harus disesuaikan dengan usianya. Berikut rentang usia sesuai perkembangannya:

-Usia 1 hari berat 100 gram sudah bisa menghisap

-Usia 3-5 hari berat tiap hari bertambah sekitar 10-15 gram harus dijemur di bawah sinar matahari agar tali pusar segera mengering

-Usia 1 minggu mulai bisa membuka mata, telinga mulai terbuka, gigi susu muncul, bisa menggigit dan senang melingkar

-Usia 3 minggu bisa memanjat, bercanda dan menjatuhkan diri

-Usia 4 minggu mulai muncul warna mata, penglihatan normal, mulai makan-makanan basah, dan dapat berjalan normal.

3. Ciptakan tempat perawatan yang baik

Ilustrasi Cara merawat anak kucing menurut dokter hewan sumber: pixabay.com

Menciptakan tempat perawatan yang baik bisa dimulai dengan mengadakan tempat yang aman dan nyaman. Jangan ada celah yang membuat kucing terjepit. Jauhkan kucing dari jangkauan hewan lain. Sesuaikan suhu ruang tempat perawatan dengan usia kucing. Hingga usia 1 bulan, usahakan jaga temperatur ruangan dengan suhu 24-29 derajat celsius.

4. Jaga kebersihan anak kucing

Kebersihan tempat anak kucing harus selalu dijaga. Jika alas tempat merawat anak kucing sudah mulai kotor sebaiknya lekas diganti. Pastikan kita juga selalu menjaga kebersihan tangan kita sebelum memegang anak kucing.

Demikian informasi tips dari dokter hewan terkait cara merawat anak kucing. Semoga mudah dipahami. (ANG)