Cara Muhasabah Diri yang Paling Nyaman untuk Penyendiri

Penulis kumparan
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Muhasabah diri atau evaluasi diri merupakan kegiatan yang bisa dilakukan oleh semua manusia. Namun, istilah muhasabah itu sendiri lebih populer digunakan dalam ajaran agama Islam.
Agama Islam menganjutkan pemeluknya untuk bermuhasabah, yakni melakukan evaluasi atas hal-hal yang telah diperbuat baik hal baik maupun hal buruk. Melalui bermuhasabah, seseorang akan mengenal dirinya sendiri. Cara ini juga bisa menjadi pilihan untuk merenungi amal ibadah, amal buruk, serta kapasitas diri.
Bagaimana Cara Melakukan Muhasabah Diri?
Muhasabah bisa dilakukan secara mandiri dengan diri sendiri ataupun bersama-sama. Semasa sekolah dahulu, tentu Anda pernah merasakan bermuhasabah bersama dengan teman-teman dan guru. Biasanya, kegiatan bermuhasabah di sekolah diselenggarakan pada saat menjelang ujian. Ada beragam tujuan di sana, bisa untuk memperkuat keimanan siswa kepada Allah, memperkuat keyakinan diri untuk belajar, memperbaiki diri dari kesalahan, serta untuk meminta maaf kepada orang tua.
Namun, di masa pandemi seperti ini bermuhasabah sendiri adalah pilihan yang tepat. Selain itu, muhasabah secara sendiri juga cocok untuk orang-orang yang suka menyendiri. Tidak ada anjuran khusus mengenai rukun bermuhasabah, Wallahualam Bissawab. Namun, Anda bisa mencoba menenangkan diri dengan berwudu sebelum melakukan muhasabah. Anda bisa bermuhasabah selepas sholat dan bicara langsung kepada Sang Khalik melalui doa.
Bagi Anda yang suka menyendiri, cara berikut ini bisa Anda lakukan ketika bermuhasabah. Simak baik-baik, ya!
Berwudu dan dirikanlah sholat sebelumnya, bisa sholat wajib atau sholat sunnah yang ingin Anda kerjakan.
Panjatkan doa kepada Sang Khalik.
Ucapkan kegelisahan Anda.
Jujurlah atas kesalahan serta kekhilafan yang pernah Anda lakukan.
Mohon kepada Allah SWT untuk dimudahkan dalam memperbaiki diri.
Selain cara di atas, Anda juga bisa menuliskan evaluasi diri di dalam buku catatan. Anda bisa menulis kelebihan, kekurangan diri, evaluasi cara beribadah, evaluasi niat, dan sebagainya. Adapun contoh pertanyaan yang bisa Anda jawab di buku catatan saat muhasabah diri, yaitu:
Sudah baikkah niat saya untuk melakukan itu?
Sudah baikkah usaha saya untuk mencapai hal itu?
Sudahkah saya menyertakan Allah pada setiap tindakan?
Ingat, ya jika Anda ingin belajar agama, belajarlah bersama ustaz dan guru agama. Sebab kebenaran yang abadi hanya milik Allah dan belajar agama sendirian khawatir akan mendapatkan kesesatan. Teruslah melakukan muhasabah diri. Mari berusaha untu menjadi lebih baik lagi. (AG)
