Cara Pemberian Nama Ilmiah Makhluk Hidup pada Sistem Taksonomi

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Semua makhluk hidup perlu diberi nama untuk memudahkan dalam mengenalinya. Cara pemberian nama ilmiah makhluk hidup pada sistem taksonomi dikenal sebagai Binomial Nomenklatur.
Taksonomi adalah sistem pengelompokkan makhluk hidup. Sistem taksonomi terdiri atas 3 jenis, yaitu penamaan, ciri-ciri, dan penggolongan.
Cara Pemberian Nama Ilmiah Makhluk Hidup pada Sistem Taksonomi Dikenal sebagai Binomial Nomenklatur, Simak Ulasannya!
Penamaan makhluk hidup yang berbeda tentu akan menyulitkan para ahli dalam mempelajarinya. Cara pemberian nama ilmiah makhluk hidup pada sistem taksonomi dikenal sebagai tata nama Binomial.
Orang yang berjasa dalam pemberian nama ilmiah untuk jenis makhluk hidup ini adalah Carolus Linnaeus. Carolus atau Carl von Linné adalah seorang ilmuwan Swedia.
Ia berjasa dalam meletakkan dasar penamaan makhluk hidup dalam Biologi. Carolus kemudian dinobatkan sebagai Bapak Taksonomi Modern.
Berdasarkan buku IPA Biologi SMP/MTs untuk Kelas VII, Saktiyono (2004:51), aturan pemberian nama Binomial Nomenklatur adalah sebagai berikut.
Kata pertama adalah nama genusnya, dan kata kedua adalah penunjuk jenisnya.
Huruf pertama nama genus menggunakan huruf besar, sedangkan huruf pertama penunjuk jenis menggunakan huruf kecil.
Nama genus dan penunjuk jenis harus digarisbawahi secara terputus, atau dicetak dengan huruf miring.
Contoh tata nama Binomial Nomenklatur antara lain sebagai berikut.
Oryza sativa atau Oryza sativa (padi)
Zea mays atau Zea mays (jagung)
Bos sundaicus atau Bos sundaicus (banteng)
Columba livia atau Columba livia (merpati)
Pongo pygmaeus atau Pongo pygmaeus (orang utan).
Manfaat dalam Pemberian Nama Ilmiah Makhluk Hidup
Diambil dari buku Biologi Jilid 1, Diah Aryulina (2004:26), manfaat dalam pemberian nama ilmiah makhluk hidup adalah sebagai berikut.
Memudahkan bagi orang-orang yang ingin mengetahui keanekaragaman hayati.
Membantu dalam mempelajari berbagai spesies makhluk hidup, meliputi ciri-ciri, hubungan kekerabatan, dan interaksi dengan lingkungannya.
Memudahkan dalam menentukan habitat makhluk hidup mana yang layak dipertahankan guna melindungi spesies langka.
Membantu dalam kepentingan manusia, dengan memanfaatkannya sebagai bahan pangan, papan, sandang, dan obat-obatan.
Membantu manusia dalam menjaga keseimbangan ekosistem, yang dapat mencegah dari bencana alam, serta hama dan penyakit tanaman.
Baca juga: Nama Ilmiah dari Organisme Bersel Satu dan Ciri-Cirinya dalam Kingdom Biologi
Cara pemberian nama ilmiah makhluk hidup pada sistem taksonomi dikenal sebagai Binomial Nomenklatur. Binomial Nomenklatur adalah penamaan dengan dua kata latin atau yang dilatinkan. (DK)
