Cara Pengukuran Jangka Sorong dan Bagian-bagiannya

Penulis kumparan
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebelum membahas mengenai cara pengukuran jangka sorong, kita akan menguls terlebih dahulu sejarah dan pengertian jangka sorong berikut ini:
Dalam Physic Level 1 Laboratory, disebutkan bahwa jangka sorong awalnya ditemukan pada tahun 1631 oleh seorang berkebangsaan Prancis bernama Pierre Vernier.
Menurut Agustiana dan Tika pada tahun 2013 dalam buku Konsep Dasar IPA, jangka sorong merupakan alat ukur panjang yang mempunyai batas ukur sampai 10 cm dan memiliki ketelitian 0.1 mm atau 0.01 cm.
Jangka sorong juga memiliki berbagai ukuran dengan rentang pengukuran dari 100 mm hingga 3000 mm (4 inci sampai 120 inci).
Pengukuran Jangka Sorong
Berikut ini adalah gambar sebuah jangka sorong dan bagian-bagiannya:
Keterangan:
Skala utama, merupakan pembagian vernier untuk memperoleh pengukuran yang baik.
Skala vernier (nonius), merupakan pembagian sama panjang pada jangka sorong yang ditandai dengan satuan pengukuran.
Rahang tetap, merupakan bagian runcing di ujung penggaris yang menyokong benda yang diukur
Rahang gerak, merupakan bagian runcing yang dipasang diujung vernier yang dapat bergeser sepanjang penggaris ke obyek yang diukur, dan terdiri dari yakni rahang gerak atas dan rahang gerak bawah.
Kunci peluncur, berfungsi menjaga pengukuran yang diperoleh.
Kunci penggerak halus, yang berfungsi untuk mengatur posisi rahang secara halus.
Ruler (ekor)merupakan peralatan berskala di ujung rahang untuk mengukur ketebalan atau ke dalam sebuah benda. (Corbell dan Archambault, 2011:73
Berikut ini adalah cara pengukuran jangka sorong:
Hasil pengukuran ini sebesar 1,5cm yang diperoleh dengan cara sebagai berikut:
Amati gambar di atas, dan baca skala utamanya yakni 1,4 cm
Skala nonius yang berimpit tegak lurus dengan satu tanda skala utama adalah garis ke-sepuluh
Tingkat ketelitian jangka sorong adalah 0,1 mm, sehingga nilai lebih adalah 10 x 0,1 mm = 1 mm = 0,1 cm
Sehingga, bacaan jangka sorong adalah 1,4 cm ditambah 0,1 cm sama dengan 1,5 cm. (Agustiana dan Tika, 2013:9)
(Adelliarosa)
