Cara Singkong Berkembang Biak yang Benar dalam Ilmu Biologi

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Singkong adalah salah satu jenis umbi-umbian yang sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia. Sebab, di beberapa daerah, singkong kerap menjadi sumber karbohidrat utama masyarakat. Adapun singkong berkembang biak dengan dua cara, yakni vegetatif alami dan juga buatan. Tentunya Anda sudah tidak asing dengan bentuk tanaman singkong dan umbinya, bukan? Nah, jika Anda ingin tahu penjelasan selengkapnya tentang cara singkong berkembang biak, simak artikel ini, ya.
Cara Singkong Berkembang Biak
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa dalam ilmu Biologi, singkong berkembang biak dengan dua cara, yakni vegetatif alami dan buatan. Mengutip dari buku RPAL untuk SD/MI Kelas 4,5, & 6 karya Deden Rohendi, Lisa Diana, dan Dewi (2017:90), tanaman singkong yang berkembang biak dengan vegetatif alami bisa dilakukan dengan umbi akarnya. Sedangkan dalam vegetatif buatan, bagian singkong yang digunakan adalah batangnya untuk melakukan stek batang.
Secara umum, perkembangbiakan secara vegetatif artinya jenis perkembangbiakan yang dilakukan tidak melalui perkawinan. Jadi, cukup dengan menggunakan salah satu bagian tanaman, nantinya bagian itu bisa menjadi individu baru.
Namun, dalam perkembangbiakan singkong melalui cara vegetatif buatan, tentunya membutuhkan campur tangan manusia untuk membantu melakukan stek batang. Stek batang ini dilakukan dengan memotong batang singkong dan langsung menanamnya di tanah.
Biasanya, butuh beberapa waktu hingga nantinya batang tersebut akan tumbuh akar dan daun. Beberapa bulan setelahnya, barulah hasil stek batang tersebut bisa menghasilkan umbi akar singkong yang siap dipanen. Adapun singkong yang siap panen biasanya adalah tanaman yang sudah berumur 9-10 bulan sejak pohon ditanam.
Di Indonesia, singkong menjadi urutan ketiga sebagai sumber karbohidrat lokal setelah padi dan jagung. Banyaknya masyarakat yang mengkonsumsi singkong tentu tak terlepas dari manfaatnya yang beragam. Selain itu, singkong juga bisa diolah menjadi berbagai bentuk makanan setengah jadi maupun makanan jadi.
Beberapa contohnya antara lain gaplek, keripik, tepung kasava, tepung tapioka, dan berbagai makanan tradisional lainnya. Sedangkan untuk kandungan pada singkong adalah glukosa, bioetanol, karbohidrat, dan lainnya.
Itu dia informasi tentang bagaimana cara singkong berkembang biak. Semoga bermanfaat. (Anne)
