Cara Taubat saat Haid di Bulan Ramadhan yang Penuh Ampunan

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hukum bertaubat adalah wajib jika berdosa kepada Allah Swt, maupun kepada sesama manusia. Shalat taubat adalah sebaik-baiknya cara bertaubat, namun bagaimana jika kita dalam keadaan haid? Berikut adalah cara taubat saat haid sebagai sarana memanfaatkan bulan Ramadhan yang penuh ampunan.
Cara Taubat saat Haid di Bulan Ramadhan
Taubat adalah kembali dari kesalahan dan perbuatan dosa kepada perbuatan terpuji. Bertaubat dari dosa hukumnya wajib sebagai jalan untuk menyucikan diri. Cara taubat saat haid di bulan Ramadhan adalah sebagai berikut.
1. Intropeksi Diri
Taubat yang terbaik adalah taubat yang penuh penyesalan, keinsafan, dan rasa rendah diri kepada Allah Swt. Hal tersebut diawali dari intropeksi diri, menyadari bahwa manusia tidak luput dari kesalahan. Setelahnya, akan ada keyakinan jika Allah Swt akan mengampuni dosa, serta tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Salah satu sifat Allah Swt adalah At-Tawwab (Maha Penerima Taubat). Seperti firman Allah Swt dalam Al Quran:
ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّا بِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِ يْنَ
“Sesungguhnya Allah menyukai orang yang tobat dan yang menyucikan diri”(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 222).
2. Istighfar
Cara taubat saat haid adalah istighfar yang diawali dengan memuji Allah Swt, kemudian mengakui dosanya, lalu memohon ampun kepada Allah Swt. Diambil dari buku Cinta Istighfar yang disusun oleh Hani Sa'ad (2022:52), istighfar merupakan bentuk permohonan perlindungan dari keburukan di masa lalu.
Sementara taubat merupakan permohonan perlindungan dari keburukan amal di masa yang akan datang. Jika istighfar dilakukan dengan lisan, maka taubat melibatkan seluruh anggota badan.
3. Membaca Doa Taubat
Berikut adalah bacaan doa Sayyidul Istighfar:
للَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
Allahumma anta robbii laa ilaaha illaa anta, kholaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu, abuu-u laka bini’matika ‘alayya, wa abuu-u bi dzanbii, faghfirlii fainnahuu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta.
Artinya: ”Ya Allah Engkau adalah Tuhanku, Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Engkau,Engkau yang menciptakanku, sedang aku adalah hamba-Mu dan aku diatas ikatan janji -Mu dan akan menjalankannya dengan semampuku, aku berlindung kepadamu dari segala kejahatan yang telah aku perbuat, aku mengakui-Mu atas nikmat-Mu terhadap diriku dan aku mengakui dosaku pada-Mu, maka ampunilah aku, sesungguhnya tiada yang mengampuni segala dosa kecuali Engkau” (HR. Bukhari no. 6306).
Baca juga: 4 Ibadah Ramadhan Saat Haid yang Bisa Diamalkan Wanita.
Demikian cara taubat saat haid yang bisa dilakukan di waktu Ramadhan yang mustajab ini. Haid bukanlah halangan bagi umat-Nya untuk memohon ampunan atas kesalahan yang telah dilakukan.(DK)
