Konten dari Pengguna

Catatan Penggunaan Uang Pemegang Dana Kas Kecil pada Laporan Keuangan

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Penggunaan Uang Pemegang Dana Kas Kecil     Foto:Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Penggunaan Uang Pemegang Dana Kas Kecil Foto:Unsplash

Dalam anggaran kas terdiri dari rencana penerimaan kas (aliran kas masuk), dan perencanaan pengeluaran kas (aliran kas keluar). Setiap penggunaan uang pemegang dana kas kecil harus mencatatnya kedalam aliran kas keluar. Simak ulasannya pada laporan keuangan berikut ini.

Pengertian anggaran kas dijelaskan dalam buku Konsep Dasar Penganggaran Perusahaan yang disusun oleh Edi Yanto, Nurfitriana, Ijma (2022:65). Dikutip dari buku tersebut, anggaran kas adalah laporan yang menunjukkan sumber dana (aliran kas masuk) dan penggunaan dana (aliran kas keluar). Anggaran kas berasal dari laporan neraca dan laba-rugi yang langsung berdampak pada besarnya kas.

Baca juga: Fungsi Neraca Lajur atau Kertas Kerja dalam Laporan Keuangan.

Catatan Penggunaan Uang Pemegang Dana Kas Kecil

Penggunaan Uang Pemegang Dana Kas Kecil pada Laporan Keuangan Foto:Unsplash

Uang dalam anggaran kas memiliki dua sifat berdasarkan aktivitasnya. Sifat anggaran kas terdiri dari:

1. Aliran Kas Masuk. Aliran kas masuk dapat dikelompokkan sebagai berikut:

  • Aliran kas masuk bersifat kontinyu, yaitu yang dapat berasal dari hasil penjualan secara tunai dan hasil pelunasan piutang.

  • Aliran kas masuk bersifat tidak kontinyu, adalah yang dapat berasal dari pernyataan pemilik perusahaan, penjualan saham, penerimaan kredit bank, dan penjualan aktiva tetap yang sudah tidak terpakai lagi.

2. Aliran Kas Keluar. Aliran kas keluar dapat dibagi sebagai berikut:

  • Aliran kas keluar yang bersifat kontinyu, contohnya adalah pembelian bahan baku, serta pembayaran upah dan gaji.

  • Aliran kas keluar yang bersifat tidak kontinyu, contohnya adalah pengeluaran kas untuk pembayaran bunga deviden, pajak pendapatan, pembayaran anggaran hutang, pembelian kembali saham perusahaan, dan pembelian aktiva tetap.

Langkah-Langkah Penyusunan Anggaran Kas

Catatan Penggunaan Uang Pemegang Dana Kas Kecil Foto:Unsplash

Adapun langkah-langkah dalam menyusun suatu anggaran kas dalam laporan keuangan adalah sebagai berikut,

  1. Menyusun anggaran penagihan piutang.

  2. Menyusun anggaran penerimaan kas.

  3. Menyusun anggaran pengeluaran kas.

  4. Menyusun anggaran kas yang sifatnya sementara.

  5. Memperkirakan pembayaran bunga.

  6. Menyusun anggaran kas akhir.

Anggaran kas atau laporan arus kas adalah catatan yang menunjukkan aliran kas masuk (cash in) dan aliran kas keluar (cash out) bagi kegiatan operasional, investasi, dan keuangan secara terpisah dalam satu kurun waktu tertentu. Pembuatan dan penyusunan anggaran kas ditujukan untuk pihak-pihak yang berwenang dalam pengambilan keputusan ekonomi.(DK)