Ceramah Ramadhan Singkat dan Menyentuh tentang Persahabatan

Penulis kumparan
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ceramah Ramadhan merupakan salah satu hal yang akan dirindukan oleh umat muslim setelah Ramadhan berlalu. Pasalnya, hanya di bulan Ramadhan setiap majelis, media, bahkan instansi berlomba-lomba mengadakan kajian berupa ceramah Ramadhan guna menambah kedekatan diri kepada Allah SWT.
Ketika seseorang gemar menyimak ceramah agama maka ia akan mengenal, memahami, dan mendapatkan tempat yang tepat untuk belajar agama lebih baik lagi, InsyaAllah. Pembahasan ceramah Ramadhan pun cukup variatif mulai dari hal-hal yang berkaitan dengan Ramadhan seperti puasa dan Tarawih sampai dengan hal-hal yang menyangkut hubungan antarmanusia. Hubungan yang baik antarsesama manusia akan mendatangkan kebaikan di dunia dan bisa jadi akan mendatangkan kebaikan pula di akhirat. Bagaimana caranya? Simak ceramah singkat berikut ini, ya!
Ceramah Ramadhan Singkat: Masuk Surga Bersama Sahabat
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Alhamdu lillahi rabbil ‘alamin, kita ucapkan puji dan syukur karena Allah SWT telah memberikan karunia-Nya sehingga kita bisa bersua dalam kajian ceramah Ramadhan singkat ini. Tak lupa juga mari kita haturkan sholawat serta salam kepada Nabi Allah, Nabi Muhammad SAW.
Saudara muslimku yang dirahmati Allah, iman manusia memang kerap naik dan turun. Demikian pula ketika memasuki bulan Ramadhan maka di sinilah pentingnya support system. Siapa support system itu? Bisa ayah, ibu, saudara, bahkan teman. Sering kali ditemukan bahwa kita lebih mudah mengungkapkan berbagai cerita kepada teman. Cerita tentang keluarga, kegelisahan, kabar bahagia, dan sebagainya. Jadi, memilih teman itu penting, tapi bukan pilih-pilih. Apa maksudnya?
Manusia sebagai makhluk Allah itu sama di hadapan-Nya. Kita tak boleh pilih-pilih dalam artian membeda-bedakan manusia dengan hal-hal yang bersifat duniawi. Namun, sebagai hamba Allah yang ingin kembali dengan keadaan baik kita harus memilih teman yang baik akhlaknya. Bayangkan, bila Anda bersedih lalu bertanya kepada seorang sahabat, “Gw harus apa gw bingung banget”. Jika sahabat Anda adalah orang baik maka ia selalu memiliki cara untuk mengajak Anda mengingat Allah. Sedangkan sahabat yang hanya mengingat dunia, tentu kebahagian semu yang ia sajikan seperti senang-senang di klub malam, meminum-minuman memabukan yang hanya membuat lupa sejenak, tapi membuat banyak kerugian setelahnya. Naudzubillah min dzalik.
Saudara muslimku yang diberkahi oleh Allah, ada sebuah hadist yang mengisyarakatkan pentingnya memiliki teman yang baik akhlaknya. Dilansir dari Maharani (2020) dalam Arama.ui.ac.id hadist tersebut berbunyi,
Perumpamaan kawan yang baik dan kawan yang buruk seperti seorang penjual minyak wangi dan seorang peniup alat untuk menyalakan api (pandai besi). Adapun penjual minyak wangi, mungkin dia akan memberikan hadiah kepadamu, atau engkau membeli darinya, atau engkau mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, mungkin dia akan membakar pakaianmu, atau engkau mendapatkan bau yang buruk”. (HR. Bukhari dan Muslim)
Bahkan ada sebuah hadist yang menyiratkan seorang sahabat mampu membawa sahabatnya menuju surga Allah. Dikutip dari buku “Sahabat Lama” karya Fazzah Faizah (2016: 64) hadist tersebut berbunyi,
Apabila penghuni surga telah masuk ke dalam surga lalu mereka tidak menemukan sahabat-sahabat mereka yang selalu bersama mereka dahulu di dunia. Maka mereka pun bertanya kepada Allah SWT, ‘Ya Rabb… kami tidak melihat sahabat-sahabat kami yang sewaktu di dunia shalat bersama kami dan berjuang bersama kami…’. Maka Allah berfirman, ‘Pergilah ke neraka, lalu keluarkan sahabat-sahabatu yang di hatinya ada iman walaupun hanya sebesar zarrah”. (HR. Ibnul Mubarak dalam kitab Az-Zuhd)
Wallahu a’lam bish-shawab. Hanya Allah yang Maha Mengetahui kebenaran yang sesungguhnya. Namun, kita manusia bisa berusaha. Berusaha untuk beriman kepada Allah dan berusaha menjadi sahabat yang baik akhlaknya.
Akhir kata, marilah kita beristigfar sebanyak-banyaknya dan membaca doa kafaratul majelis. Semoga Allah SWT memberikan kita sahabat yang akan bersama di surga nanti. Aamiin Ya Rabbal Alamin. (AA)
