Konten dari Pengguna

Cerpen yang Bersambung Disebut Cerbung, Ini Ciri-cirinya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi untuk Cerpen yang Bersambung Disebut. Sumber: Unsplash/Thought Catalog
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi untuk Cerpen yang Bersambung Disebut. Sumber: Unsplash/Thought Catalog

Cerpen yang bersambung disebut cerbung. Cerbung merupakan salah satu bentuk sastra naratif yang memiliki puluhan hingga ratusan episode. Episode pada cerbung ini saling berkaitan satu sama lain.

Ada banyak genre yang diangkat dalam cerbung seperti sejarah, cinta, misteri, kejahatan, dan lain sebagainya. Karena dirilis secara bertahap, pembaca cerbung biasanya sangat menantikan episode selanjutnya.

Cerpen yang Bersambung Disebut Cerbung

Ilustrasi untuk Cerpen yang Bersambung Disebut. Sumber: Unsplash/Steffi Pereira

Cerpen yang bersambung disebut cerbung. Dikutip dari Rangkuman Intisari Semua Mata Pelajaran Kelas 6 SD/MI, Wagiman (2015:108), cerbung (cerita bersambung) adalah jenis cerita yang biasanya ditulis di media cetak dengan cerita yang belum selesai dan cerita tersebut dilanjutkan di edisi berikutnya.

Cerbung juga sering disebut sebagai serial cerpen atau cerpen berseri. Biasanya, cerbung dimuat dalam surat kabar harian, mingguan, atau majalah. Terdapat banyak penulis Indonesia yang memiliki karya cerbung, seperti Prie GS, Gola Gong, Hilman Hariwijaya, Arswendo Atmowiloto, dan lainnya.

Cerbung memiliki beberapa ciri sebagai berikut.

  • Ditulis secara berseri

  • Panjang cerita bersambung per seri adalah sekitar 3.000 hingga 5.000 kata

  • Panjang satu cerbung bisa mencapai 15.000 hingga 25.000 kata

  • Jumlah halaman rata-rata untuk cerbung adalah 30 hingga 50 halaman

  • Adegan yang disajikan lebih luas dari cerpen, tetapi secara garis besar mirip dengan cerpen.

Mengenal Jenis Prosa Lainnya

Ilustrasi untuk Cerpen yang Bersambung Disebut. Sumber: Unsplash/Tuyen

Prosa merupakan karya sastra berbentuk cerita yang disampaikan melalui narasi. Prosa ditulis dengan menggabungkan monolog dan dialog. Terdapat sejumlah prosa, berikut beberapa di antaranya.

1. Cerpen

Cerpen atau cerita pendek merupakan prosa naratif fiktif yang ditulis langsung pada tujuannya. Jumlah kata dalam cerpen tidak lebih dari 10.000 kata. Cerpen sangat mengandalkan tokoh, plot, tema, dan sudut pandang secara luas.

Karena jumlah katanya tidak banyak, cerpen dapat dibaca dalam sekali duduk. Cerpen juga bisa dikenali dari ceritanya yang padat, memusat, dan mendalam.

2. Novel

Novel adalah jenis prosa dengan lebih dari 50.000 kata. Biasanya, sebuah novel menceritakan tentang tokoh-tokoh dan perbuatan mereka dalam kehidupan sehari-hari dan berfokus pada sisi tertentu yang dipilih penulis.

Novel tidak bisa dibaca dalam waktu sebentar. Selain itu, novel dapat dikenali dari watak tokoh, cerita, dan dimensi ruang serta waktu yang lebih luas.

Baca juga: Transformasi, Proses Mengubah Karya Sastra Menjadi Bentuk Karya Sastra Lainnya

Cerpen yang bersambung disebut cerbung. Cerita bersambung memiliki beberapa ciri seperti ditulis secara berseri, panjang cerita per seri sekitar 3.000 sampai 5.000 kata, dan lainnya. (KRIS)