Konten dari Pengguna

Ciri-Ciri Aliran Mahayana dalam Agama Buddha

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jelaskan Aliran Mahayana dalam Agama Buddha. Foto Hanya Ilustrasi. Sumber Foto: Unsplash.com/Mattia Faloretti
zoom-in-whitePerbesar
Jelaskan Aliran Mahayana dalam Agama Buddha. Foto Hanya Ilustrasi. Sumber Foto: Unsplash.com/Mattia Faloretti

Dalam agama Buddha ada beberapa aliran yang dianut. Salah satunya adalah aliran mahayana. Tak jarang umat Buddha kerap diminta untuk jelaskan aliran mahayana dalam agama Buddha termasuk dengan ciri-cirinya yang membedakan dengan aliran lainnya.

Dalam agama Buddha sendiri, ada dua aliran terbesar, yakni Mahayana dan yang kedua adalah Theravada. Masing-masing aliran pastinya memiliki ciri khas tersendiri.

Jelaskan Aliran Mahayana dalam Agama Buddha!

Jelaskan Aliran Mahayana dalam Agama Buddha. Foto Hanya Ilustrasi. Sumber Foto: Unsplash.com/RKTKN

Dikutip dari buku Sejarah Terlengkap Agama-agama di Dunia, M. Ali Imron, (2015), jawaban dari pertanyaan jelaskan aliran mahayana dalam agama Buddha adalah aliran yang lahir di India pada abad ke-1 atau abad ke-1 SM.

Aliran Mahayana adalah salah satu dari dua aliran utama agama Buddha, bersama dengan Theravada. Mahayana berarti "Kendaraan Besar" dan pada awalnya berkembang di India.

Akan tetapi, kemudian juga berkembang dengan cukup pesat di kawasan Asia Timur, seperti Tiongkok, Jepang, Korea, dan Vietnam. Aliran ini memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari aliran Buddha lainnya, seperti Theravada. Berikut adalah beberapa ciri-ciri aliran Mahayana.

1. Bodhisattva

Salah satu ciri khas Mahayana adalah konsep Bodhisattva. Bodhisattva adalah makhluk yang telah mencapai pencerahan, tetapi memilih untuk menunda pencapaian Nirvana dan kembali ke dunia untuk membantu makhluk lain mencapai pencerahan.

2. Pantheon Buddha

Mahayana memiliki pantheon Buddha yang luas, di mana terdapat banyak Buddha dan Bodhisattva yang berbeda. Buddha Gautama, pendiri agama Buddha, hanyalah salah satu Buddha dalam pantheon Mahayana.

3. Sutra Mahayana

Mahayana memiliki banyak sutra (kitab suci) yang berbeda dari Theravada. Sutra-sutra Mahayana umumnya lebih panjang dan lebih filosofis daripada sutra-sutra Theravada.

4. Ajaran Tathagatagarbha

Mahayana memiliki ajaran Tathagatagarbha, yang menyatakan bahwa semua makhluk memiliki potensi untuk mencapai pencerahan. Ajaran ini memberikan harapan bagi semua orang untuk mencapai kebahagiaan.

5. Ritual dan Praktek

Mahayana memiliki banyak ritual dan praktek yang berbeda dari Theravada. Ritual dan praktek Mahayana umumnya lebih fokus pada pengabdian kepada Buddha dan Bodhisattva, serta pada meditasi dan mantra.

6. Perbedaan Pandangan tentang Nirvana

Mahayana dan Theravada memiliki perbedaan pandangan tentang Nirvana. Mahayana memandang Nirvana sebagai sesuatu yang dapat dicapai oleh semua orang, sedangkan Theravada memandang Nirvana sebagai sesuatu yang hanya dapat dicapai oleh para bhikkhu.

Baca juga: Mengenal Dharmadhuta: Misi Penyebaran Agama Buddha

Demikian adalah ulasan mengenai aliran Mahayana sekaligus menjawab pertanyaan jelaskan aliran Mahayana dalam agama Buddha. Aliran Mahayana memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari aliran Buddha lainnya. (WWN)