Ciri-Ciri, Contoh, dan Fungsi Teks Narasi dalam Pelajaran Bahasa Indonesia

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Teks narasi adalah salah satu bentuk wacana yang berusaha menceritakan suatu peristiwa yang seoalh-olah pembaca menyaksikan dan mengalami sendiri kejadian tersebut. Sebelum membuat jenis teks ini, kamu perlu memahami ciri-ciri dan fungsi teks narasi.
Teks narasi merupakan sejenis karangan yang menyajikan peristiwa secara urut sesuai dengan alurnya. Teks narasi disusun secara kronologis dan diciptakan untuk tujuan menghibur sekaligus memberikan informasi kepada pembaca.
Ciri-ciri Teks Narasi
Mengutip buku Pasti Bisa Bahasa Indonesia untuk SD/MI Kelas V (2017), ciri-ciri teks narasi bisa kamu simak selengkapnya di bawah ini:
Didominasi unsur tindakan atau perbuatan
Terangkai secara kronologis berdasarkan urutan waktu
Berupaya menjawab pertanyaan apa yang terjadi
Terdapat unsur-unsur pembentuk seperti judul, tema, alur, latar, tokoh, karakter, dan sudut pandang.
Fungsi Teks Narasi
Teks narasi memiliki sejumlah fungsi. Beberapa fungsi tersebut yaitu sebagai berikut:
Mengisahkan suatu cerita melalui rangkaian alur cerita beserta unsur-unsur pelengkapnya.
Memperluas pengetahuan atau wawasan pembaca terkait suatu tema (sejarah, ekonomi, kelebihan/kekurangan produk, dan lain-lain).
Menyampaikan suatu pesan moral atau amanat melalui perwatakan tokoh dan peristiwa yang terjadi di dalam cerita.
Memaparkan secara jelas mengenai suatu kejadian sampai pembahasan sebab-akibatnya untuk memperluas wawasan dan pengetahuan para pembaca.
Unsur-unsur Teks Narasi
Unsur-unsur teks narasi yaitu sebagai berikut:
Tema, pokok pembahasan utama yang menjadi dasar cerita.
Latar, tempat dan lingkungan sosial terjadinya kejadian yang diceritakan.
Penokohan, penampilan para tokoh yang tercantum dalam teks narasi.
Alur, rangkaian adegan atau scene untuk memecahkan konflik dalam narasi tersebut.
Contoh Teks Narasi
Masa keemasan dari Kesultanan Cirebon ini ternyata tidak bisa bertahan lama. Sepeninggalan dari Sunan Gunung Jati pada 1568, kesultanan ini kemudian mengalami masa kemunduran. Masuknya pengaruh bangsa asing terutama Belanda menghadirkan banyak polemik yang tidak berkesudahan.
Hingga akhirnya pada 1681, ditanda tanganilah perjanjian antara pemegang kekuasaan di Cirebon dengan pihak Belanda. Perjanjian tersebut sangat menguntungkan Belanda, karena kongsi dagang miliknya yang bernama VOC bisa melakukan monopoli perdagangan di Cirebon. Tidak hanya itu, wilayah milik kerjaan corebon juga dijadikan pretektorat di bawah kekuasaan Belanda.
Hingga akhirnya pada 1902 – 1926, Belanda resmi menghapus Kesultanan Cirebon. Setelah sekian lama berkuasa, akhirnya pada 1941, Cirebon terbebas dari kekuasaan Belanda dan menjadi bagian dari Republik Indonesia pada 1945.
Itulah fungsi teks narasi beserta ciri-ciri dan contoh yang mudah dipahami. Kumpulan teks narasi yang lainnya bisa kamu temukan di buku Bahasa Indonesia.
(DLA)
