Ciri Ciri Hikayat Lengkap dengan Jenis dan Tujuannya dalam Bahasa Indonesia

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu karya sastra yang dikenal di Indonesia adalah hikayat. Kata hikayat berasal dari kata kerja haka, yang berarti menceritakan sesuatu kepada orang lain. Berikut adalah ciri ciri hikayat lengkap dengan jenis dan tujuannya yang dipelajari dalam bahasa Indonesia.
Pengertian hikayat dijelaskan pada buku Think Smart Bahasa Indonesia yang disusun oleh Ismail Kusmayadi (2007:80). Dikatakan dalam buku tersebut, hikayat adalah jenis cerita Melayu lama yang mengisahkan kebesaran dan kepahlawanan orang-orang ternama (para Raja atau orang suci di sekitar istana), dengan segala kesaktian, keanehan, dan mukzijat yang dimiliki tokoh utama. Hikayat mirip dengan sejarah atau riwayat hidup seseorang.
Ciri Ciri Hikayat dalam Sastra
Berdasarkan pengertian di atas, maka ciri ciri hikayat adalah sebagai berikut,
Termasuk dalam sastra lama (cerita kuno) berbentuk prosa.
Ditulis dalam bahasa dan struktur ejaan Melayu.
Sebagian besar ceritanya berkisar tentang kehidupan istana atau istanasentris.
Bersifat pralogis, artinya banyak cerita hikayat yang sulit diterima oleh akal sehat. Unsur karangan adalah ciri yang menonjol dalam hikayat.
Umumnya hikayat berbentuk prosa yang panjang.
Berisi riwayat hidup atau sejarah Raja atau orang sakti.
Anonim, artinya sulit dibuktikan siapa pengarangnya.
Banyak menggunakan kata arkhais, kata-kata yang saat ini sudah tidak lazim digunakan. Contohnya, syahdan dan sebermula.
Jenis-Jenis Hikayat
Hikayat dapat dibedakan sebagai berikut,
Jenis Hikayat Berdasarkan Isinya.
Berdasarkan isinya, maka hikayat dapat dibagi atas Cerita Rakyat, Epos India, Cerita dari Jawa, Cerita Islam, Cerita bertingkat, serta Sejarah dan Biografi.
Jenis Hikayat Berdasarkan Asalnya.
Berdasarkan asalnya, hikayat terbagi atas beberapa jenis berikut;
Melayu asli. Contoh, Hikayat Hang Tuah, Hikayat Si Miskin.
Pengaruh Jawa. Contoh, Hikayat Panji Semirang, Hikayat Indera Jaya.
Pengaruh Hindu (India). Contoh, Hikayat Sri Rama, Hikayat Sang Boma.
Pengaruh Arab - Persia. Contoh, Hikayat Seribu Satu Malam, Hikayat Amir Hamzah.
Tujuan Hikayat
Tujuan dari penulisan hikayat antara lain,
Sarana untuk membangkitkan semangat pembacanya.
Sarana untuk menghibur.
Sarana untuk meramaikan acara atau suasana.
Sarana untuk menyampaikan nilai-nilai luhur.
Demikian ciri ciri hikayat lengkap dengan jenis dan tujuannya. Diharapkan artikel tersebut dapat membantu Anda dalam memahami materi pada ilmu bahasa Indonesia.(DK)
