Konten dari Pengguna

Ciri-Ciri Jalan Arteri Sekunder dalam Tata Wilayah Kota

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jalan arteri sekunder. Sumber: unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Jalan arteri sekunder. Sumber: unsplash.com

Dalam ilmu tata wilayah perkotaan, terdapat beberapa jenis jalan yang dibedakan berdasarkan fungsinya. Contohnya adalah jalan arteri sekunder. Adapun salah satu jalan arteri sekunder adalah jalan yang memiliki ciri perjalanan jarak jauh kecepatan rata-rata tinggi dan juga jumlah kalan masuk dibatasi secara efisien. Biasanya, jalan arteri sekunder ini berfungsi sebagai pelayanan jasa distribusi untuk masyarakat dalam kota. Simak artikel ini sampai akhir untuk mengetahui penjelasan selengkapnya, ya.

Ciri-Ciri Jalan Arteri Sekunder dalam Tata Wilayah Kota

Jalan arteri sekunder. Sumber: unsplash.com

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, salah satu jalan arteri sekunder adalah jalan yang cirinya berupa perjalanan jarak jauh dengan kecepatan rata-rata yang tinggi. Nah, berikut ini adalah berbagai ciri-ciri jalan arteri sekunder dalam tata wilayah kota yang dikutip dari laman Wikipedia.

  1. Jalan arteri sekunder menghubungkan kawasan primer dengan kawasan sekunder kesatu; antar kawasan sekunder kesatu; kawasan sekunder kesatu dengan kawasan sekunder kedua; dan jalan arteri/kolektor primer dengan kawasan sekunder kesatu.

  2. Jalan arteri sekunder dirancang sesuai dengan kecepatan rencana paling rendah 30 km per jam.

  3. Lebar badan jalan tidak kurang dari 8 meter dan akses langsung yang dibatasi tidak boleh lebih pendek dari 250 meter.

  4. Lalu lintas cepat pada jalan arteri sekunder tidak boleh terganggu oleh lalu lintas lambat.

  5. Kendaraan angkutan barang ringan dan bus untuk pelayanan kota diperbolehkan untuk melewati jalan ini.

  6. Lokasi berhenti dan parkir pada badan jalan sangat dibatasi serta seharusnya tidak dizinkan untuk berhenti ataupun parkir pada jam sibuk.

  7. Harus mempunyai perlengkapan jalan yang cukup seperti rambu, marka, lampu pengatur lalu lintas, hingga lampu jalan.

  8. Besarnya lala lintas harian rata-rata pada umumnya paling besar dari sistem sekunder yang lain.

Adapun secara umum, pengertian jalan arteri sekunder adalah jalan yang menghubungkan kawasan primer dengan kawasan sekunder kesatu, kemudian kawasan sekunder kesatu dengan kawasan sekunder kedua, dan seterusnya. Jalanan ini dirancang untuk lalu lintas cepat agar tidak terganggu dengan lalu lintas lambat.

Semoga penjelasan tentang jalan arteri sekunder tersebut bermanfaat untuk Anda. (Anne)