Konten dari Pengguna

Ciri-Ciri Kingdom Fungi dan Jenisnya dalam Klasifikasi Biologi

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Ciri-Ciri Kingdom Fungi                Sumber www.unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ciri-Ciri Kingdom Fungi Sumber www.unsplash.com

Kingdom Fungi (cendawan atau jamur) merupakan salah satu sistem klasifikasi pada organisme. Sebutkan ciri-ciri kingdom Fungi! Simak ciri-ciri dan jenisnya dalam klasifikasi Biologi berikut ini.

Baca juga: Pengertian Level Taksonomi Marzano Tertinggi dalam Klasifikasi.

Ciri-Ciri Kingdom Fungi

Ciri-Ciri Kingdom Fungi (Jamur) Sumber www.unsplash.com

Klasifikasi adalah kegiatan pengelompokan mahluk hidup. Tujuan klasifikasi terdapat dalam buku Smart Plus Inti Materi SMP yang disusun oleh Tim Presiden Eduka (2020:545).

Diambil dari buku tersebut, dengan banyak dan beragamnya jumlah mahluk hidup, maka perlu dilakukan pengelompokan agar mudah untuk dikenali, dipelajari, dan diketahui hubungan kekerabatannya. Ilmu yang mempelajari pengelompokan mahluk hidup disebut taksonomi.

Awalnya kingdom Fungi dimasukkan ke dalam kingdom Plantae (tumbuhan), namun ternyata terdapat ciri-ciri yang membedakannya dengan tumbuhan. Ciri-ciri kingdom Fungi antara lain sebagai berikut.

  1. Tidak memiliki kloroplas, sehingga tidak mempunyai pigmen hijau (klorofil).

  2. Tidak memiliki pigmen membuat jamur tidak dapat memproduksi makanannya sendiri.

  3. Tumbuhan memiliki dinding sel yang berasal dari selulosa, sedangkan jamur memiliki dinding sel dari kitin.

  4. Bersifat saprofit (menguntungkan) dan parasit (merugikan).

  5. Berkembang biak dengan spora.

Jenis Kingdom Fungi

Parasit: Ciri-Ciri Kingdom Fungi Sumber www.unsplash.com

Jamur dapat dibagi dalam empat jenis. Berdasarkan buku Seri IPA Biologi SMP Kelas VII yang disusun oleh Deswaty Furqonita (2006:73), empat jenis kingdom Fungi adalah sebagai berikut.

  1. Zygomycotina. Jamur jenis ini memiliki hifa yang tidak bersekat-sekat, dan berkembang biak secara generatif dan vegetatif. Contohnya adalah Rhizopus sp yang berfungsi dalam pembuatan tempe.

  2. Ascomycotina. Jenis ini sudah memiliki hifa bersekat dan berkembang biak secara generatif. Contohnya adalah Pinicillium notatum untuk antibiotik.

  3. Basidiomycotina. Jamur jenis ini berukuran besar sehingga dapat dilihat dan dikonsumsi. Contohnya jamur tiram (Pleurotus ostreatus), jamur kuping (Auricularia auricula), dan jamur merang (Volvariella volvacea).

  4. Deuteromycotina. Kingdom Fungi jenis ini umumnya merupakan parasit, baik pada tumbuhan, hewan, atau manusia. Contohnya Cladosporium sp. penyebab penyakit pada buah dan sayur, Curvularia sp, Epidermophyton floocusum penyebab penyakit kaki atlet (penyakit kulit), dan Helminthosporium sp. penyebab penyakit pada tanaman.

Walaupun sejenis tumbuhan, namun karena ciri-ciri kingdom Fungi yang dimilikinya berbeda, maka jamur tidak termasuk ke dalam kingdom Plantae. Jamur banyak dimanfaatkan sebagai bahan makanan atau obat-obatan dalam kehidupan manusia.(DK)