Konten dari Pengguna

Ciri-Ciri Komponen Penyusun Darah beserta Fungsinya dalam Tubuh

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi komponen penyusun darah. Foto: unsplash.com/lanirudhreddy
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi komponen penyusun darah. Foto: unsplash.com/lanirudhreddy

Darah adalah salah satu bagian penting untuk hampir setiap makhluk hidup, tak terkecuali pada manusia. Darah sendiri tersusun dari komponen yang sangat kompleks. Secara keseluruhan, komponen penyusun darah terdiri dari plasma darah, sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Ciri-ciri komponen penyusun darah adalah plasma darah mengandung protein plasma dan zat terlarut lainnya. Untuk mengetahui secara lengkap tentang komponen penyusun darah dan fungsinya, simak ulasan di bawah ini!

Ciri-Ciri Komponen Penyusun Darah beserta Fungsinya dalam Tubuh

Dikutip dari buku Imunohematologi dan Bank Darah karya Reni Yunus, dkk (2022:76-78), 4 komponen penyusun darah yakni:

Plasma Darah

Plasma darah merupakan salah satu komponen penyusun darah yang bagian cair 55% dari berat tubuh manusia. Plasma darah memiliki ciri warna kekuning kuningan yang didalamnya terdiri dari 90% air, 8% protein, 0, 9% (mineral, oksigen, enzim, antigen) serta sisanya merupakan bahan organic (lemak, kolesterol, urea, asam amino, dan glukosa).

Plasma darah berperan pada sistem penyangga badan ataupun sistem buffer yang sangat penting untuk menjaga keseimbangan kondisi asam basa, melalui kandungan elektrolit, antara lain ion hidrogen serta bikarbonat, fungsi utama plasma menyalurkan makanan, mineral, lemak, glukosa, serta asam amino keseluruh jaringan tubuh. Plasma berperan mengangkat zat- zat yang dibuang oleh tubuh seperti, urea, asam urat, dan Iain-Iain. Konsentrasi protein terlarut dalam plasma lebih tinggi.

Protein yang terlarut dalam plasma darah, antara Iain:

  • Albumin berperan menjaga keseimbangan tekanan osmotik.

  • Globulin berperan untuk pembuatan antibodi.

  • Faktor-faktor pembekuan darah pada proses hemostasis (perdarahan).

Eritrosit (Sel Darah Merah)

Eritrosit berwarna merah karena mengandung hemoglobin. Morfologi eritrosit berbentuk oval dan cakram bikonkaf berfungsi sebagai pertukaran oksigen. Jumlah eritrosit normal pada orang dewasa yaitu pada pria 5,2 juta sel/µl dan pada wanita 4,7 juta sel/µl. Eritrosit merupakan bagian dari sel darah yang berfungsi sebagai pengatur utama metabolisme dan kehidupan dengan menyalurkan oksigen ke sel-sel dan jaringan-jaringan di seluruh tubuh untuk perkembangan, fisiologis, dan regeneratif. Jumlah eritrosit sering digunakan untuk menegakkan diagnosa jenis anemia berdasarkan penyebab.

Sel darah merah hidup diperedarah darah selama 120 hari. Proses pertumbuhan eritrosit disebut eritropiesies. Sumsum tulang belakang akan memproduksi eritrosit ke peredarah mencapai 2 juta eritorsit per detik. Eritrosit distimulasi oleh hormon eritropoeitin (EPO) yang dihasilkan oleh ginjal.

Leukosit (Sel Darah Putih)

Leukosit atau sel darah putih merupakan sel darah yang masih mempunyai inti sel. Nilai normal jumlah leukosit darah normal adalah 4,3-10,8 x 109/L. Sel darah putih dibagi menjadi granulosit (sel berinti) yaitu neutrofil, eosinofil, basofil dan agranulosit (sel tidak berinti) terdiri dari monosit dan limfosit. Leukosit berfungsi dalam memediasi kekebalan, baik bawaan (nonspesifik), atau spesifik (adaptif). Respon kekebalan pada proses fagositosis (proses memakan bakteri) oleh neutrofil, sedangkan respon kekebaan adaptif seperti dalam produksi antibodi oleh sel plasma.

Leukosit dapat bermigrasi keluar ke pembuluh darah ditandai dengan adanya infeksi. Jumlah leukosit yang meningkat di dalam darah sering digunakan untuk menegakkan diagnosa adanya virus dan peradangan yang disebabkan oleh bakteri dan virus.

Trombosit (Keping Darah)

Trombosit (keping darah atau platelet) merupakan sel darah yang berperan penting dalam hemostasis. Trombosit berada disirkulasi darah 9-12 hari. Fungsi sel trombosit mencegah kehilangan darah dengan cara membentuk keping/butiran, yang menutup lubang kecil di pembuluh darah dan merangsang dibentuknya kontruksi bekuan yang membantu menutup Iuka besar di pembuluh darah.

Struktur sel trombosit tidak mempunyai inti sel, berukuran 1-4 mikro, dan sitoplasma berwarna biru dengan granula ungu kemerahan. Trombosit termasuk dalam derivat megakariosit, berasal dari fragmen-fragmen sitoplasma megakariosit, jumlah trombosit normal 150.000-350.000/mI darah.

Ilustrasi darah dalam tubuh manusia. Foto: unsplash.com/flyd2069

Fungsi Darah

Darah memiliki banyak fungsi dalam tubuh manusia, di antaranya:

  • Mengangkut oksigen serta karbondioksida dari paru-paru ke tubuh dan jaringan.

  • Membawa nutrisi hasil pencernaan ke seluruh tubuh.

  • Membawa hasil pengeluaran limbah untuk proses detoksifikasi ataupun dibuang oleh hati serta ginjal.

  • Mengangkut dan mengedarkan hormon dari kelenjar sekresi ke seluruh bagian tubuh.

  • Membantu mengangkut energi panas dari tempat aktif ke tempat yang kurang aktif untuk menjaga suhu tubuh.

  • Sebagai pelindung tubuh terhadap serangan penyakit.

  • Sebagai pengatur keseimbangan asam basa dalam darah untuk menghindari kerusakan jaringan.

Nah, itu dia penjelasan dari ciri-ciri komponen darah beserta fungsinya untuk tubuh kita. Meskipun bagian tubuh ini bekerja tanpa kita lihat dan sadari. Namun dengan darah, kita bisa bertahan dan sehat sampai saat ini.(MZM)