Konten dari Pengguna

Ciri-Ciri Riya' dan Sum'ah serta Cara Menghindarinya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Ciri-Ciri Riya' Dan Sum'ah, Foto: Unsplash/rudall30.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ciri-Ciri Riya' Dan Sum'ah, Foto: Unsplash/rudall30.

Dalam ajaran agama Islam, ada beberapa perbuatan yang dianggap buruk seperti riya’ dan sum’ah. Hal ini dikarenakan riya’ dan sum’ah, termasuk dalam penyakit hati yang dapat merusak amal seseorang. Sebagai Muslim perlu mengetahui ciri-ciri riya’ dan sum’ah agar bisa menghindarinya.

Seseorang yang melakukan ibadah dengan tujuan agar mendapat pujian dari orang lain bisa disebut riya’. Harusnya melakukan ibadah itu dengan tujuan dan niat hanya kepada Allah SWT. Niat seseorang dalam melakukan ibadah ini bisa menentukan kadar keimanan seseorang.

Ciri-Ciri Riya’ dan Sum’ah

Ilustrasi Ciri-Ciri Riya' Dan Sum'ah, Foto: Unsplash/uzenzen.

Dikutip dari buku 20 Jalan Keberuntungan dan 20 Penyebab Kerugian, Ramdhani Abdurrahim (2022: 622), riya’ berasal dari kaya ru’yah yang maknanya pengelihatan. Oleh karena itu, menurut bahasa riya adalah orang lain melihat tidak sesuai dengan hakikatnya.

Jadi, riya’ adalah melakukan ibadah untuk mencari perhatian manusia sehingga mereka memuji pelakunya dan ia mengharap pengagungan, pujian, serta penghormatan dari orang yang melihatnya.

Sementara sum’ah adalah beramal supaya diperdengarkan kepada orang lain. Antara riya’ dan sum’ah ada perbedaan. Riya’ berkaitan dengan indra mata, sedangkan sum’ah berkaitan dengan indra telinga.

Supaya terhindari dari perbuatan tersebut, perlu mengetahui ciri-ciri riya’ dan sum’ah itu bagaimana saja. Berikut beberapa ciri-ciri yang kerap tidak disadari.

  1. Selalu menyebut dan mengungkit amal baik yang pernah dilakukan

  2. Beramal hanya sekadar ikut-ikutan bersama orang lain

  3. Malas atau enggan melakukan amal shaleh apabila tidak dilihat oleh orang lain

  4. Melakukan amal kebaikan apabila sedang berada di tengah khalayak ramai

  5. Amalannya selalu ingin dilihat dan didengar agar dipuji oleh orang lain

  6. Ekspresi amal berbeda karena sedang dilihat oleh orang lain atau tidak

  7. Tampak lebih rajin dan bersemangat dalam beramal saat mendapat sanjungan, sebaliknya semangatnya akan turun apabila mendapat cemoohan dari orang lain.

Cara Menghindarinya Riya' dan Sum'ah dalam Islam

Ilustrasi Ciri-Ciri Riya' Dan Sum'ah, Foto: Unsplash/Feodora Chiosea.

Penyakit hati seperti riya’ dan sum’ah harus dihindari agar tidak merusak amal ibadah. Berikut beberapa cara menghindari agar tidak terkena sifat riya’ dan sum’ah.

  1. Memfokuskan niat ibadah, bahwa ibadah kita hanya untuk Allah;

  2. Hindari sikap suka memamerkan sesuatu yang kita punya, karena pada hakikatnya yang kita punya itu hanyalah milik Allah;

  3. Tidak menimbulkan kecemburuan sosial bagi orang lain;

  4. Saling menasihati dan mengingatkan jika di antara kita ada yang berperilaku riya’;

  5. Membiasakan diri bersyukur pada Allah;

  6. Melakukan ibadah dengan khusyu’ baik di tempat ramai maupun di tempat sunyi;

  7. Senantiasa berdzikir kepada Allah dan selalu berlindung kepada Allah agar kita dijauhkan dari sifat riya’ dan sum’ah.

Baca Juga: Jenis-Jenis Penyakit Hati dalam Islam dan Cara Mengobatinya

Itulah ciri-ciri riya’ dan sum’ah beserta cara menghindarinya yang perlu diketahui umat Muslim. Jauhkan diri dari sifat riya’dan sum’ah serta penyakit hati lainnya agar tida mengurangi perbuatan baik yang dilakukan. (Umi)