Ciri-ciri Sel Darah Merah dan Fungsinya dalam Sistem Sirkulasi Manusia

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sel darah merah atau entrosit merupakan salah satu jenis darah yang paling banyak dan berperan untuk membawa jaringan-jaringan tubuh melalui darah. Ciri-ciri sel darah merah perlu diketahui karena berkaitan dengan sistem sirkulasi pada tubuh manusia.
Mengutip buku IPA Terpadu SMP/MTS Kelas VIII A (2008), eritrosit berbentuk bulat pipih yang bagian tengahnya bertekstur cekung. Eritrosit merupakan bagian utama dari sel drah yang jumlahnya paling besar.
Sel darah merah dibentuk di dalam sumsum tulang pipa dan tulang pipih. Selama dalam kandungan, sel darah merah dibentuk di dalam hati dan limpa.
Ciri-Ciri Sel Darah Merah
Sel darah merah memiliki sejumlah ciri-ciri yang membedakannya dengan sel darah yang lain. Beberapa ciri tersebut di antaranya sebagai berikut:
Memiliki rupa yang bulat pipih dan di bagian tengahnya bikongkaf atau cekung
Tidak memiliki inti sel
Sel darah merah memiliki sifat elastis
Mengandung hemoglobin, sehingga warnanya merah
Umur sel darah merah kurang lebih 120 hari
Sel darah merah memiliki ketebalan 1-2 um dan diameter 7 - 8 um
Sel darah merah memiliki jumlah 4 - 5juta sel/mm3 darah
Fungsi Sel Darah Merah
Apa saja fungsi yang dimiliki oleh sel darah merah di dalam sirkulasi tubuh? Simak penjelasannya di bawah ini:
Mendistribusikan darah yang banyak mengandung O2 dari paru-paru ke seluruh tubuh.
Sebagai dapar asam basa yang baik untuk seluruh darah.
Eritrosit mengandung enzim karbonik anhydrase yang dapat meningkatkan kecepatan dalam mengatalisis reaksi reversibel antara karbondioksida dan air untuk membuat asam karbohidrat dengan jumlah beribu kali lipat.
Hemoglobin sebagai substansi eritrosit berperan dalam penangkal bakteri melalui proses lisis dengan mengeluarkan radikal bebas yang mampu meleburkan membran sel bakteri.
Eritrosit berperan dalam menjaga sistem kekebalan tubuh (antibodi).
• Melebarkan pembuluh darah dengan dukungan senyawa S-Nitthrosothiol yang dilepaskan saat hemoglobin mengalami deogsigenerasi.
Seperti yang telah disebutkan di atas, bahwa karakteristik sel darah merah pada tubuh manusia dapat bertahan selam 120 hari. Jadi, sel yang telah usang dan tua akan dihancurkan di hati dan limpa. Nantinya, di dalam hati akan terjadi perombakan hemoglobin yang menjadi pigmen empedu.
(DLA)
