Ciri-ciri Sel Darah Merah dan Fungsinya menurut Ilmu Biologi

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Darah merupakan cairan tubuh yang sangat vital bagi kehidupan manusia, yang bersirkulasi dalam jantung dan pembuluh darah. Pada tubuh manusia, darah berperan dalam membawa oksigen dan nutrisi bagi seluruh sel dalam tubuh serta mengangkut produk-produk hasil metabolisme sel. Dikutip dari buku Mengenali Sel-sel Darah dan kelainan Darah yang ditulis oleh Novi Khila Firani (2018: 1), sel-sel darah pada tubuh meliputi eritrosit (sel darah merah), leukosit (sel darah putih), dan trombosit (keping darah) yang memiliki ciri-ciri dan fungsinya tersendiri. Nah, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai ciri-ciri sel darah merah dan fungsinya menurut ilmu biologi.
Mengenal Eritrosit, Sel Darah merah
Dalam tubuh manusia, eritrosit atau sel darah merah memiliki fungsi dalam transportasi oksigen dan karbondioksida. Ketika mengalir ke seluruh tubuh, sel darah merah mengandung hemoglobin yang berfungsi untuk mengikat oksigen dan membentuk bulatan pada sel darah.
Pembentukan sel darah merah terjadi di dalam sumsum tulang yang berawal dari pronormoblas dan berkembang menjadi normoblast yang masih mempunyai inti sel. Kemudian, di dalam darah tepi normoblast akan mengalami proses pengeluaran inti sel, sehingga berubah menjadi retikulosit dan akhirnya menjadi eritrosit matur yang tidak memiliki inti sel.
Sel darah emrah merupakan jenis sel darah yang paling dominan. Jumlah sel darah merah dalam darah manusia dewasa normal adalah 4-5 juta/mL. Agar lebih paham, berikut adalah ciri-ciri sel darah merah menurut ilmu biologi:
Berwarna merah karena mengandung hemoglobin.
Berbentuk bulat pipih yang bagian tengahnya cekung atau bikonkaf.
Tidak memiliki inti sel.
Umur sel darah merah kurang lebih 120 hari.
Sel darah merah pada tubuh umumnya berjumlah 4-5 juta sel/mm3 darah.
Sel darah merah berdiameter 7-8 um dengan ketebalan 1-2 um.
Sel darah merah bersifat elastis.
Darah sangat penting untuk menjaga kondisi fisiologis dalam tubuh manusia. Hal tersebut disebabkan fungsi utama darah, yaitu membawa substansi-substansi yang dibutuhkan oleh sel-sel dalam tubuh dan meneruskan transmisi sinyal. Semoga informasi ini bermanfaat! (CHL)
