Ciri-Ciri Suatu Kesetimbangan Dikatakan Dinamis dalam Kesetimbangan Kimia

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam reaksi kimia, dapat terjadi berbagai keadaan kesetimbangan berdasarkan unsur yang memengaruhinya. Suatu kesetimbangan dikatakan dinamis apabila dalam keadaan setimbang reaksi berjalan kedua arah dan bersifat mikroskopis. Berikut adalah ciri-ciri lainnya dalam kesetimbangan kimia.
Baca juga: 6 Contoh Soal Kesetimbangan Kimia beserta Kunci Jawabannya.
Ciri-Ciri Suatu Kesetimbangan Dikatakan Dinamis dalam Kimia
Pengertian keadaan kesetimbangan dapat ditemukan dalam buku Super Referensi Rumus Matematika SD, SMP, SMA yang disusun oleh Swasti Endriani (2009:101). Berdasarkan buku tersebut, keadaan kesetimbangan akan tercapai jika:
Laju ke kanan sama dengan laju ke kiri.
Reaksi berlangsung secara terus-menerus ke kiri maupun ke kanan (tidak berhenti).
Contoh reaksi kesetimbangan adalah sebagai berikut.
CaO + CO2 - suhu biasa -> CaCO3
CaO + CO2 <- suhu tinggi - CaCO3
Salah satu keadaan kesetimbangan yang dapat terjadi adalah kesetimbangan dinamis. Ciri-ciri suatu kesetimbangan dikatakan dinamis adalah sebagai berikut.
Laju reaksi ke arah hasil reaksi sama dengan laju reaksi ke arah pereaksi, walaupun jumlah pereaksi dan hasil reaksi tidak harus sama.
Terjadi pada ruang tertutup, suhu tetap, dan tekanan tetap.
Suatu kesetimbangan dikatakan dinamis apabila dalam keadaan setimbang reaksi berjalan kedua arah yang berlawanan.
Reaksi berlangsung terus-menerus.
Setiap komponen pada reaksi itu tetap ada.
Tidak terjadi perubahan makroskopis, namun terjadi perubahan mikroskopis.
Pergeseran Kesetimbangan
Sesuai dengan asas Le Chatelier yang berbunyi,
"Jika terhadap suatu kesetimbangan dilakukan suatu tindakan (aksi), maka reaksi akan bergeser untuk menghilangkan pengaruh tindakan tersebut (reaksi)".
Maka, faktor-faktor yang memengaruhi pergeseran kesetimbangan adalah sebagai berikut.
1. Volume dan Tekanan.
P = 1/v artinya -> tekanan berbanding terbalik dengan volume.
Jika volume diperbesar dan tekanan diperkecil, maka kesetimbangan bergeser ke arah koefisien besar.
Jika volume diperkecil dan tekanan diperbesar, maka kesetimbangan bergeser ke arah koefisien kecil.
2. Suhu.
A + B <-> C ∆H = (-) artinya, reaksi untuk menghasilkan produk (reaksi ke kanan) adalah reaksi eksoterm, dan sebaliknya reaksi ke kiri adalah endoterm.
A + B <-> C ∆H = (+) artinya, reaksi untuk menghasilkan produk (reaksi ke kanan) adalah reaksi endoterm, dan sebaliknya reaksi ke kiri adalah eksoterm.
3. Konsentrasi.
Jika konsentrasi suatu zat ditambah, maka kesetimbangan akan bergeser dari zat.
Jika konsentrasi suatu zat dikurangi, maka kesetimbangan akan bergeser ke zat.
Suatu kesetimbangan dikatakan dinamis apabila dalam keadaan setimbang bersifat mikroskopis. Pengertian mikroskopis adalah terjadi pergerakan secara berkelanjutan dan terus-menerus.(DK)
