Ciri dan Struktur Teks Debat dalam Bahasa Indonesia

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Debat adalah suatu argumen untuk mempertahankan pendapat masing-masing. Debat juga disebut sebagai salah satu aktivitas komunikasi seperti halnya diskusi. Di dalam aktivitas debat terdapat proses bertukar informasi berupa pendapat maupun argumen. Sebenarnya, debat itu berangkat dari suatu teks. Mengapa teks tersebut tergolong debat? Apa saja ciri dan struktur teks debat?
Dalam melakukan teks debat harus memperhatikan struktur yang membangun suatu narasi. Debat merupakan pembahasan dan pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing pihak. Dalam berdebat, masing-masing pihak diperkenankan untuk menambahkan informasi, bukti, dan data untuk mempertahankan pendapat. Ada berbagai macam tujuan debat, seperti memantapkan sebuah pemahaman, melatih pikiran agar kritis dalam menanggapi sesuatu, dan juga melatih untuk mengemukakan pendapat dan berargumentasi.
Ciri dan Struktur Teks Debat
Berikut adalah ciri dan struktur teks debat dalam Bahasa Indonesia yang perlu kamu ketahui:
Ciri Teks Debat
Terdapat dua tim yang berdebat, yaitu
Tim afirmasi dan tim oposisi
Terdapat dua sudut pandang, yaitu pro dan kontra
Terdapat topik atau isu yang diperdebatkan
Terdapat argumentasi
Terdapat pihak penengah (opsional)
Struktur Teks Debat
Dikutip dari buku Menulis Teks Debat karya Iis Siti Salamah Azzahra (2020: 114), dalam membuat teks debat kamu harus memperhatikan struktur-struktur berikut ini:
1. Pengantar
Bagian ini mengemukakan posisi si pemberi informasi mengenai topik yang dipermasalahkan. Pengantar tersebut pun menentukan apakah penyampai debat berada di kubu afirmasi atau oposisi. Melalui kejelasan posisi tersebut, debat bisa disampaikan dengan memberi awalan berupa gambaran umum pada topik yang dibahas.
2. Argumen
Argumen menjelaskan alasan mengapa setuju atau tidak setuju mengenai suatu permasalahan. Dalam berargumen perlu memberikan fakta dan bukti yang mendukung pada teks debat.
3. Kesimpulan
Bagian ini dapat menegaskan kembali posisi si penyampai debat dalam mosi yang diangkat.
Adapun suatu kegiatan bisa dikatakan sebagai debat bila memenuhi unsur-unsur atau struktur sebagai berikut:
Adanya mosi atau topik pembahasan.
Pihak afirmasi: Pihak yang mendukung atau pro terhadap topik yang dibahas.
Pihak oposisi: Pihak yang menolak atau kontra dengan topik atau mosi yang dibahas.
Pihak netral (Opsional): Pihak yang tidak mendukung pada argumentasi salah satu pihak.
Notulen (Opsional): Pihak yang bertugas mencatat segala hal selama debat berlangsung.
Itulah ciri dan struktur teks debat dalam Bahasa Indonesia. Kamu bisa membuat teks debat dengan tema yang kamu pilih dan kelompokmu, hal yang paling penting memenuhi struktur yang ada.(Umi)
