Ciri dan Unsur Penting yang Harus Terdapat dalam Penulisan Buku Harian

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagi yang gemar menulis, salah satu hal yang biasa dilakukan adalah menuliskan buku harian. Dalam membuatnya, terdapat beberapa unsur penting yang harus terdapat dalam penulisan buku harian.
Sebab, adanya unsur dalam membuat buku harian membuat lebih mudah dalam menulisnya. Di sisi lain, unsur-unsur tersebut membuat buku harian lebih mudah dibaca dan dipahami.
Pengertian Buku Harian
Dikutip dari buku Bahasa Indonesia untuk Kelas VII, Nurhadi, dkk (2007: 9), buku harian adalah catatan tentang apa yang dikerjakan hari ini dan masa lampau.
Buku harian juga merupakan sumber informasi penting tentang peristiwa, apa, kapan, siapa, bagaimana, mengapa, dan di mana, yang berhubungan dengan diri, untuk mengungkapkan segala sesuatu yang tidak mungkin diungkapkan kepada orang lain.
Menulis buku harian memiliki beberapa manfaat, di antaranya adalah:
Menjadi tempat mengadu semua perasaan yang tidak dapat diungkapkan kepada orang lain, seperti rasa marah, kesal, atau senang kepada orang lain;
Menjadi catatan perjalanan hidup seseorang;
Sebagai ajang rekreasi dan kreativitas dalam menulis. Dengan menulis buku harian, seseorang dapat menuangkan ide-ide berharga yang muncul secara tiba-tiba dalam benak.
Menjadi museum gagasan, sebab seseorang dapat mencatat ide-ide atau gagasan yang sering muncul secara tiba-tiba kapan pun dan di mana pun;
Alat untuk bercermin diri. Dengan membaca kembali catatan-catatan dalam buku harian, seseorang dapat menilai sikap, tindakan, atau perjalanan hidup yang telah dialui;
Membentuk kepercayaan diri; karena untuk berkata jujur, mengungkapkan kelebihan, dan mengakui kekurangan, seringkali menjadi sesuatu yang menakutkan bagi sebagian orang.
Ciri-Ciri Buku Harian
Buku harian berbeda dengan buku catatan biasa. Hal ini karena ada ciri-ciri khususnya. Berikut ciri-ciri sebuah catatan bisa disebut sebagai buku harian.
Bersifat pribadi, rahasia dan tertutup. Artinya orang lain tidak boleh membaca atau mengetahui buku harian seseorang.
Memuat kejadian atau peristiwa yang pernah dialami, seperti kesan baik, menyenangkan, menyedihkan, mengharukan, bahkan memalukan yang dijelaskan secara rinci dan berurutan.
Memuat waktu kejadian mulai dari hari, tanggal, bulan dan tahun kejadian atau peristiwa tersebut.
Menggunakan bahasa ekspresif untuk menghidupkan suasana dan isi cerita.
Unsur Buku Harian
Supaya lebih mudah dipahami, dibaca, serta terarsip dengan baik, ada beberapa unsur penting yang harus terdapat dalam penulisan buku harian. Berikut ini unsur-unsurnya.
Tempat
Dalam menuliskan buku harian, tentunya harus mencantumkan di mana peristiwa tersebut terjadi. Cara menuliskannya bisa menggunakan kata bantu seperti di, dari, ke, dan lainnya.
Contoh:
Setiap hari Senin, semua siswa diwajibkan mengikuti upacara di lapangan upacara.
Waktu
Pada buku harian, waktu menunjukkan kapan peristiwa terjadi. Untuk menjelaskan waktu biasanya menggunakan kata penunjuk waktu, seperti di pagi hari, jam 10, sebelum matahari terbenam, dan lainnya.
Peristiwa
Saat menulis buku harian, tentunya akan ada sesuatu yang terjadi di hari yang dituliskan, seperti bagaimana perasaan dan tanggapan terhadap peristiwa tersebut. Artinya, unsur penting dalam buku harian adalah ungkapan perasaan dari pembuatnya.
Baca Juga: 5 Cara agar Tulisan Bagus dan Rapi, Bisa Dilakukan Sejak Dini
Setelah mengetahui ciri dan unsur penting yang harus terdapat dalam buku harian, apakah pembaca menjadi termotivasi untuk membuatnya? Dengan menulis buku harian, rasa senang, sedih, kesal, hingga marah dapat dicurahkan secara bebas.(MZM)
