Ciri Khas Penulisan Huruf Jawa Hanacaraka Lengkap dengan Contohnya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Huruf Jawa hanacaraka merupakan salah satu aksara tradisional yang masih banyak digunakan khususnya di kalangan masyarakat Jawa. Aksara Jawa memiliki ciri khas penulisan yang membedakanya dibanding aksara tradisional lainnya. Untuk mengetahuinya, simak ciri khas penulisan huruf Jawa hanacaraka dalam pemaparan berikut.
Ciri Khas Penulisan Huruf Jawa Hanacaraka
Sebagai negara yang dikenal dengan keragaman budaya yang melimpah, Indonesia juga memiliki keragaman aksara tradisional, salah satunya adalah huruf jawa hanacaraka. Aksara Jawa yang dikenal dengan nama hanacaraka ini perlu terus dilestarikan agar terus ada.
Dikutip dari buku berjudul Mengenal Aksara Jawa dengan Metode AMBAR yang disusun oleh Estu Pitarto (2018: 3), aksara Jawa merupakan budaya warisan leluhur yang patut dilestarikan.
Lebih lanjut buku tersebut menjelaskan bahwa aksara Jawa juga dikenal sebagai salah satu budaya daerah yang juga ikut menjadi bagian dari kebudayaan nasional sebagai aset bangsa yang tak ternilai. Seperti aksara tradisional lainnya, huruf Jawa Hanacaraka juga memiliki ciri khas khusus.
Salah satu ciri khas penulisan hanacaraka disebutkan dalam buku berjudul Aksara-aksara di Nusantara: Seri Ensiklopedia yang disusun oleh Ridwan Maulana (2020:84) bahwa Aksara Jawa ditulis tidak berspasi sehingga kata demi kata ditulis secara bersambung terus atau scriptio continua. Contoh penulisan huruf Jawa hanacaraka, seperti dalam kata “aksara” maka ditulis tangan [HA, KA, pasangan SA, RA]. Contoh lain penulisan aksara jawa pasangan misalnya aksara ma (ꦩ) yang diiringi bentuk pasangan dari pa ( ꧀ꦥ) menjadi mpa (ꦩ꧀ꦥ).
Aksara Jawa dapat ditemukan di berbagai kitab yang digunakan oleh masyarakat Jawa pada masanya. Sebagaimana yang dijelaskan dalam buku Multikulturalisme Dalam Pandangan Ulama Nusantara yang disusun oleh Abdul Khobir, Muhamad Jaeni, Abdul Basith (2019: 120).
Dikutip dari buku tersebut, data mengenai penulisan kitab karya ulama nusantara, hampir sebagian besar kitab-kitab tersebut ditulis dengan aksara Arab, sekalipun masih ditemukan penulisan kitab dengan menggunakan aksara Jawa atau aksara hanacaraka.
Ciri khas penulisan huruf Jawa hanacaraka dan contohnya yang telah diulas di atas bisa menambah wawasan pembaca, khususnya mengenai aksara tradisional di Indonesia. (DAP)
