Konten dari Pengguna

Contoh Alamat Email Palsu yang Harus diwaspadai

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Mengenali Contoh Alamat Email Palsu. Sumber: Austin Distel/Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mengenali Contoh Alamat Email Palsu. Sumber: Austin Distel/Unsplash.com

Email merupakan salah satu teknologi yang membuat manusia dapat berkomunikasi tanpa terbatas oleh jarak. Setiap orang dari berbagai wilayah atau belahan dunia berbeda dapat saling berkomunikasi dengan menggunakan email. Jika di awal kepopulerannya email digunakan untuk komunikasi seperti surat fisik, di masa kini email cenderung digunakan untuk keperluan bisnis atau formal. Contohnya adalah untuk melamar pekerjaan, mengirimkan tugas ke lembaga pendidikan, rekap data transaksi, dan masih banyak lagi. Namun, pengguna email di masa kini justru dihadapi dengan kendala yang cukup mengkhawatirkan, yakni email palsu. Supaya terhindar dari jebakan email palsu, simak contoh alamat email palsu berikut yang harus diwaspadai.

Ini Contoh Alamat Email Palsu!

  1. Meminta Data Pribadi. Anda perlu mewaspadai email yang meminta data pribadi yang bersifat rahasia seperti password, kode OTP, nama gadis ibu kandung, serta data kependudukan. Pasalnya, jika Anda merupakan nasabah bank atau pengguna e-commerce, pihak perusahaan tidak akan meminta password dan kode OTP.

  2. Alamat Email Aneh. Maksud email aneh adalah email yang tampak seperti salah ketik atau serupa dengan email asli. Salah satu contoh adalah domain email yang benar @youtube.com. Kemudian oknum menyalahgunakan domain @youtupe.com untuk mengelabui pemilik email dan melakukan tindak kejahatan siber.

  3. Header atau Subjek Mencurigakan. Email seperti “Return-Path atau From” adalah ciri-ciri header yang perlu Anda waspadai sebab perusahaan atau instansi besar akan membuat subjek atau header yang jelas sesuai dengan isi emailnya. Bukan “Return-Path atau From”.

Ilustrasi Merahasiakan Data Pribadi. Sumber: Kristina Flour/Unsplash.com

Bagi Anda pengguna aplikasi belanja online, pastikan untuk selalu merahasiakan kode OTP dan password dan cek ulang alamat email yang masuk untuk meyakinkan bahwa itu benar dari aplikasi yang kredibel. Hastuti, dkk. (2020: 79) dalam “Kewirausahaan dan UMKM” menjelaskan bahwa salah satu cara termudah untuk menghindari penipuan online adalah pastikan transaksi dengan situs yang sah.

Sekian informasi seputar contoh alamat email palsu. Semoga kita terhindar dari kejahatan online dan bijak menggunakan internet, ya! (AA)